Bagi civitas akademika Universitas Andalas (Unand) Padang, nama Prof dr Aleina Roesma Datuk Indo Kayo atau yang lebih dikenal dengan nama Prof. A. Roesma adalah legenda. Aleina Roesma merupakan salah satu tokoh pengajar dan pakar kesehatan generasi awal Indonesia yang meletakkan fondasi kuat bagi perkembangan pendidikan tinggi di Sumatera Barat.
Sebagai rektor (saat itu disebut Presiden Universitas) kedua di Unand, Prof. Aleina Roesma mendedikasikan hidupnya untuk mencetak generasi intelektual dan memajukan dunia medis di tanah air.
Baca juga: Nursyirwan Effendi, Pakar Antropologi Unand Lulusan Jerman
Lahir dari Darah Pengabdi dan Pemimpin
Aleina Roesma lahir di Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, pada 13 Juni 1896. Ia merupakan putra tunggal dari pasangan Ahmad Datuk Maroehoem Basa dan Radjimah.
Darah pengabdian dan ketegasan tampaknya mengalir kuat dari sang ayah. Ahmad, sang ayah, di masa mudanya terpilih sebagai verpleger (perawat pria) di bawah pemerintah Hindia Belanda. Karier ayahnya kemudian melesat ketika ditawarkan oleh kepolisian kolonial untuk menjadi polisi di Tanah Datar, hingga akhirnya dipercaya memegang jabatan mentereng sebagai Demang (setingkat bupati) pertama di Bangko, Sarolangun, Karesidenan Jambi.
Latar belakang keluarga yang dekat dengan dunia kesehatan dan birokrasi ini menjadi salah satu faktor yang membentuk minat besar Roesma muda pada dunia kedokteran dan kepemimpinan.
Menakhodai Universitas Andalas di Era Transisi
Baca juga: Khaidir Anwar Pakar Sosiolinguistik Dunia
Kiprah terbesar Prof. A. Roesma dicatatkan ketika beliau dipercaya memimpin Universitas Andalas. Pada tahun 1958, ia resmi diangkat menjadi Rektor (Presiden) Unand ke-2, menggantikan sang pionir sekaligus rektor pertama, Prof. dr. M. Syaaf.
Menjabat selama enam tahun (1958–1964), Prof. A. Roesma memimpin Unand di tengah situasi politik nasional yang dinamis dan penuh tantangan. Di bawah kepemimpinannya, kampus tertua di luar pulau Jawa ini terus berbenah dan meningkatkan mutu akademiknya, khususnya di bidang kedokteran dan sains.
Setelah menuntaskan masa baktinya yang gemilang pada tahun 1964, tongkat estafet kepemimpinan Unand kemudian diserahkan kepada sosok ekonom terkemuka, Prof. Drs. Harun Alrasjid Zain.
Warisan yang Abadi
Baca juga: Mengenang Agusli Taher, Sang Maestro Pop Minang
Prof. dr. A. Roesma mengembuskan napas terakhirnya pada 25 Oktober 1964, hanya selang beberapa waktu setelah ia menyelesaikan jabatannya sebagai rektor.
Meskipun telah tiada, nama dan jasanya tetap abadi. Aleina Roesma tidak hanya dikenang sebagai seorang dokter yang menyembuhkan, tetapi juga sebagai guru bangsa yang membentangkan jalan bagi ribuan pemuda Sumatera Barat untuk mengecap pendidikan tinggi. Kisah hidupnya adalah cerminan dari dedikasi seorang putra Minang yang mengabdi sepenuhnya untuk kemanusiaan dan pendidikan. (*)
*) Source : Nasrul Koto PSU
Editor : Bambang Harianto