KH Idris Hamid atau yang akrab disapa Gus Idris adalah sosok ulama kharismatik yang lahir di Pasuruan pada tanggal 14 Juni 1956. Beliau merupakan putra bungsu dari ulama besar kebanggaan masyarakat Pasuruan yakni KH Hamid.
Masa kecilnya tumbuh dalam asuhan penuh kelembutan dari sang ayah yang selalu mendidik dengan cinta tanpa pernah menghardik. Nilai nilai tauhid dan kedisiplinan ibadah ditanamkan dengan sangat kuat sejak dini lewat keteladanan yang sejuk.
Baca juga: Kisah Karomah KH Hamid Pasuruan
Sang ayah juga kerap mengajaknya berziarah kepada para ulama sepuh seperti Habib Jafar bin Syaikhan Assegaf demi memintakan barokah doa agar kelak menjadi generasi yang saleh dan tangguh.
​Perjalanan keilmuan KH Idris Hamid diawali dengan bimbingan langsung dari KH. Abdur Rahman untuk belajar membaca Al Quran dan tata cara ibadah. Menginjak usia remaja, KH Idris Hamid mengembara ke Yogyakarta untuk menimba ilmu di Pondok Pesantren Krapyak di bawah asuhan KH. Ali Mashum.
Dari gurunya inilah wawasan dan pendekatan kemasyarakatan beliau terbentuk dengan sangat matang. Dengan visi keluarga yang sangat terbuka terhadap kemajuan zaman beliau diizinkan untuk menempuh pendidikan formal di perguruan tinggi agama Islam negeri hingga melanjutkannya ke Arab Saudi.
Baca juga: Kisah Mbah Hamid Ajak Habib Bagir Mauladdawilah Sekejab Sampai di Mekkah
Fondasi ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yang ditanamkan sejak kecil terbukti menjadi benteng kokoh yang membuat keilmuannya semakin luas tanpa mengubah prinsip tauhidnya.
​Sekembalinya ke tanah air KH. Idris Hamid memikul amanah besar untuk memimpin Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan yang merupakan warisan perjuangan sang ayah. Di bawah kepemimpinannya tradisi pendidikan kesalafiyahan berhasil diaktualisasikan menjadi model pendidikan karakter yang sangat luhur di tengah masyarakat.
Baca juga: KH Hamid Pasuruan, Wali Muttafaq Alaih
Menyadari pentingnya menjawab tantangan zaman beliau bersama keluarga besar kemudian menggagas berdirinya Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah pada tahun 2010. Berdiri di atas lahan seluas belasan hektare pesantren ini merintis pendidikan formal terpadu dari jenjang taman kanak kanak hingga sekolah menengah kejuruan.
Melalui karya besarnya ini KH. Idris Hamid terus mendedikasikan hidupnya untuk mencetak generasi muslim Nusantara yang tidak hanya kuat secara spiritual namun juga unggul dalam prestasi akademik serta tangguh menghadapi era teknologi global. (*)
Editor : S. Anwar