Zendy Prasetyo Lapor ke Polsek Bubutan Atas Dugaan Pengeroyokan di SPA 129 Surabaya

avatar Mahmud
  • URL berhasil dicopy
Zendy Prasetyo usai laporan di Polsek Bubutan
Zendy Prasetyo usai laporan di Polsek Bubutan
grosir-buah-surabaya

Zendy Prasetyo (30 Tahun) menjadi korban dugaan pengeroyokan di SPA 129 Surabaya di Raya Jalan Tidar, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya. Akibatnya, mata sebelah kanan mengalami memar, hidungnya mengeluarkan darah, dan luka-luka.

Zendy Prasetyo juga pingsan saat dihajar oleh sejumlah orang di SPA 129 Surabaya. Dia pun menjalani perawatan (opname) di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di Jalan Dupak Surabaya selama 2 hari.

Setelah kondisinya sedikit pulih, Zendy Prasetyo kemudian melaporkan peristiwa pengeroyokan yang dialaminya ke Polsek Bubutan. Laporan diterima oleh petugas Polsek Bubutan dengan tanda bukti laporan nomor: TBL/125/VIII/2025/SPKT/ Polsek Bubutan/Polrestabes Surabaya/ Polda Jawa Timur, tertanggal 22 Agustus 2025.

Zendy Prasetyo bertutur, kronologi terjadinya pengeroyokan tersebut bermula saat dirinya bersama dua orang temannya datang ke SPA 129 Surabaya dan menggunakan jasa terapisnya pada Selasa (19/08/2025) sekitar pukul 23.20 WIB. Di resepsionis SPA 129 Surabaya, Zendy Prasetyo membayar Rp 280.000 selama 1 jam terapis.

Namun belum sampai 1 jam atau selama 30 menit, Zendy Prasetyo diminta biaya lagi sebesar Rp 150.000 jika ingin dilayani pijat terapis lagi selama 1 jam.

“Padahal waktu belum habis, sudah minta uang tambahan," gerutu Zendy Prasetyo, pria Asal Klakah Rejo, Kecamatan Benowo, Surabaya.

Karena merasa tidak sesuai dengan kesepakatan yang diterima, Zendy Prasetyo protes ke resepsionis SPA 129 Surabaya. Karena emosi, Zendy Prasetyo marah-marah sembari membanting botol air mineral di depan resepsionis SPA 129 Surabaya.

cctv-mojokerto-liem

Sesaat setelah itu, Zendy Prasetyo dihampiri oleh sejumlah pria dan terjadilah pengeroyokan terhadapnya. Zendy Prasetyo tidak bisa melawan karena kalah jumlah. Diapun jadi sasaran penganiayaan.

"Saat itu saya dikeroyok oleh kurang lebih delapan orang. Saya ingin lari keluar Spa, tapi pintu atau pagar SPA 129 ditutup oleh para pelaku. Jadi saya tidak bisa apa-apa dan dihajar beramai-ramai. Saya cuma bisa pasrah dan tak berdaya," jelas Zendy Prasetyo.

Zendy Prasetyo berharap, Polsek Bubutan segera menindaklanjuti laporannya. Para pelaku bisa segera ditangkap dan dijadikan tersangka. Disisi lain, Zendy Prasetyo mengungkapkan, ada hal yang mesti diusut oleh Kepolisian di SPA 129.

“Disana, saya pernah ditawari pijat plus –plus. Ada beberapa layanan yang ditawarkan ke saya. Pertama, pijat refleksi. Kemudian pijat sehat, dan terakhir pijat plus plus,” ungkap Zendy Prasetyo. (*)