Topeng Chutak Ditemukan di Pemakaman Kuno
Pada tahun 2011, arkeolog Tiongkok yang sedang menggali makam kuno di Chutak, Tibet barat, menemukan sebuah topeng pemakaman yang luar biasa rumit, berasal dari sekitar abad ke-2 atau ke-1 SM (Sebelum Masehi). Berusia hampir 2000 tahun, benda upacara kecil ini memberikan sekilas pandangan langka ke dalam tradisi pemakaman dan kepercayaan komunitas yang tinggal di wilayah Himalaya sebelum munculnya Tibet sejarah.
Ukurannya hanya 14,2×14 cm, topeng itu terlalu kecil untuk menutupi wajah orang dewasa. Oleh karena itu, para peneliti percaya bahwa kemungkinan besar topeng itu diletakkan di makam sebagai benda pemakaman simbolis daripada dipakai selama penguburan. Topeng itu dibuat dari perak yang dilapisi lapisan tipis emas, dengan penyangga sutra dan kayu yang terpasang di bagian belakangnya.
Wajah manusia dibuat menggunakan teknik repoussé, di mana logam dihentakkan dengan hati-hati dari sisi belakang untuk menghasilkan desain timbul. Di atas wajah, mahkota rumit menampilkan gambar ukiran burung, hewan mirip domba, pohon, dan struktur bertingkat.
Makna pasti motif-motif ini masih belum pasti, tetapi para peneliti percaya bahwa mereka mungkin terkait dengan gagasan kuno tentang kematian, transformasi, dan perjalanan ke alam baka.
Topeng Chutak termasuk dalam tradisi yang lebih luas dari topeng pemakaman kuno yang ditemukan di seluruh Tibet barat dan wilayah Himalaya tetangga. Namun, kerumitan kerajinannya dan kombinasi gambar yang tidak biasa membuatnya menjadi salah satu contoh paling luar biasa yang dikenal dari wilayah tersebut.
Jauh sebelum catatan tertulis rinci menggambarkan sejarah Tibet, benda-benda seperti ini melestarikan fragmen sistem kepercayaan kuno. Tersembunyi di dalam makam selama hampir dua ribu tahun, wajah emas kecil ini menawarkan sekilas pandangan langka ke dalam bagaimana orang-orang di dunia Himalaya memahami kematian dan apa yang mungkin terjadi setelahnya.
Topeng Chutak ini adalah contoh yang sangat rumit dari seni pemakaman Tibet kuno dan memberikan bukti langka tentang kepercayaan Himalaya Protohistoris yang mengelilingi penguburan dan alam baka. (*)
Editor : Bambang Harianto