Kapal USS Gerald R Ford Menghilang, Siapkan Serangan ke Iran
USS Gerald R Ford, kapal induk Amerika Serikat berbobot 100.000 ton bertenaga nuklir yang membawa lebih dari 75 pesawat dan awak sebanyak 4.500 orang, mematikan transpondernya dan menghilang dari setiap sistem pelacakan di dunia.
USS Gerald R Ford, kapal induk tercanggih dalam sejarah manusia ini berada di suatu tempat di Mediterania Timur dan satu-satunya orang yang mengetahui koordinat pastinya adalah mereka yang memberi perintah.
Ketika sebuah kapal induk menghilang, ia tidak bersembunyi. Ia sedang berburu. USS Gerald R Ford telah dikerahkan selama 241 hari berturut-turut. Jika operasi penyerangan ke Iran ini berlanjut hingga April 2025, ini akan menjadi pengerahan kapal induk terpanjang sejak Vietnam.
Angkatan Laut Amerika Serikat tidak memecahkan rekor lima puluh tahun untuk pencegahan. Mereka memecahkannya untuk perang. Dan USS Gerald R Ford tidak sendirian. Kapal Perang USS Abraham Lincoln berada di Laut Arab dengan didampingi kapal induk kedua, kapal penjelajah, Fregat dan kapal perusak yang membawa rudal jelajah, Tomahawk, yang cukup untuk mengubah geografi garis pantai Iran.
Dua kelompok serang kapal induk
Enam belas kapal perang dipastikan berada di medan tempur. 150 pesawat di antara mereka. 800 potensi serangan harian. Empat puluh hingga lima puluh persen dari seluruh kekuatan udara Amerika Serikat yang dapat dikerahkan di Timur Tengah terkonsentrasi di dua pangkalan udara terapung yang tidak dapat dilihat, dilacak, dan dijangkau Iran.
Sekarang petakan geometrinya. Kapal induk USS Gerald R Ford berada di sebelah barat Iran, di belakang payung pertahanan udara Israel. Setiap rudal Iran yang diarahkan ke USS Gerald R Ford harus terlebih dahulu melewati jaringan pertahanan udara terpadu tercanggih di planet ini.
Kapal induk Lincoln berada di selatan Iran di Laut Arab, di luar jangkauan sebagian besar rudal balistik Iran, tetapi dalam jangkauan serangan setiap target di selatan Iran termasuk pangkalan angkatan laut IRGC yang akan menegakkan penutupan Hormuz. Iran terkepung. Barat dan selatan. Mediterania dan Laut Arab.
Dua kapal induk Amerika Serikat yang dapat meluncurkan serangan simultan dari dua poros sambil tetap berada di perairan, di mana pembalasan Iran harus melewati sistem pertahanan sekutu untuk mencapai mereka. Ini bukan postur defensif. Ini adalah kotak pembunuh yang dibangun dari kapal induk.
Kapal induk USS Gerald R Ford menghilang karena apa yang terjadi selanjutnya tidak akan menguntungkan Teheran jika mengetahui titik peluncuran. Pesawat F-22 sudah menghancurkan pertahanan udara. Gelombang serangan pertama sudah menghantam pimpinan Iran.
IRGC sudah melancarkan serangan balasan. Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz melalui radio VHF dan Armada Kelima Amerika Serikat tidak menanggapi dengan pernyataan. Mereka menanggapi dengan memposisikan ulang aset yang membuat seluruh susunan kekuatan angkatan laut IRGC menjadi usang.
Iran mengancam akan menutup selat sepanjang 21 mil. Amerika Serikat menempatkan dua kapal induk di kedua sisi negara yang berbatasan dengannya. Kapal induk USS Gerald R Ford tidak menghilang. Kapal induk USS Gerald R Ford berhenti memberi tahu Iran ke mana harus melihat.
Karena hal berikutnya yang akan dilihat Iran dari kapal itu bukanlah sinyal transponder. Melainkan langit yang dipenuhi pesawat. (*)
*) Source : Taufan Werkudara
Editor : S. Anwar