Fakta Video Wanita Mengaku Istri Polisi Saat Anaknya Ditegur di Pesantren
Beredar video yang berisi perdebatan antara seorang wanita dengan seorang santri di salah satu pondok pesantren. Dalam video itu, seorang wanita mengaku sebagai istri dari Polisi dan tidak terima atas perlakuan Pondok Pesantren terhadap anaknya yang digundul rambutnya karena ketahuan merokok di area Pondok Pesantren.
Video tersebut viral karena membawa institusi Kepolisian. Bahkan, wanita itu mengancam akan menuntut pihak Pondok Pesantren. Banyak masyarakat yang menghujat pengakuan wanita tersebut yang mengaku sebagai istri Polisi. Kemudian terbit video klarifikasi dan permintaan maaf dari wanita tersebut.
Lalu seperti apa kejadian sebenarnya?
Dari informasi yang diperoleh Lintasperkoro, lokasi Pondok Pesantren tersebut berada di Pondok Pesantren Asy-Syarifiy 1 di Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.
Dari pengakuan pihak Pondok Pesantren Asy-Syarifiy, video yang beredar luas di berbagai platform media sosial hanya konten belaka. Hal tersebut disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syarifiy 1, Ahmad Syaifudin Amin.
Menurutnya, video yang beredar di masyarakat merupakan cuplikan dari konten film yang dibuat oleh Pondok Pesantren Asy-Syarifiy 1. Karena dalam video yang dipublish, telah diberi keterangan bahwa video tersebut bagian dari proses di belakang layar dari film santri Ponpes Asy-Syarifiy.
Yang disesali Ahmad Syaifudin Amin, video tersebut disebar tanpa menyertakan caption dari sumber video tersebut.
“Banyak yang salah paham kemudian tidak membaca caption itu dikira ini kejadian sesungguhnya," ujar jelas Ahmad Syaifudin Amin pada Senin (23/2/2026).
Ahmad Syaifudin Amin mengaku, film tersebut diproduksi sebagai sarana edukasi di lingkup pesantren agar wali santri tidak terlalu mencampuri kebijakan pesantren. Ahmad Syaifudin Amin memohon maaf apabila konten video yang beredar membuat gaduh. (*)
Editor : Bambang Harianto