Mooryati Soedibyo Bawa Kecantikan Indonesia ke Panggung Dunia
Indonesia kehilangan salah satu putri terbaiknya saat Dr. H.R.A. Mooryati Soedibyo tutup usia pada 24 April 2024 di usia 96 tahun. Lahir pada 5 Januari 1928, cucu dari raja legendaris Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwana X ini, adalah figur multitalenta yang langka. Ia sukses memadukan keanggunan tradisi Jawa dengan ketajaman berbisnis modern, hingga namanya abadi sebagai pendiri Mustika Ratu, pencetus kontes Puteri Indonesia, sekaligus mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).
Tumbuh di Dalam Benteng Keraton Surakarta
Sejak usia 3 tahun, Mooryati dibesarkan di dalam lingkungan Keraton Surakarta, yang menjadi pusat kebudayaan Jawa. Di balik dinding istana, ia mendapatkan pendidikan tradisional yang sangat ketat dan menyeluruh. Ia mempelajari seni tari klasik, karawitan, membatik, hingga bahasa sastra Jawa kuno.
Namun, warisan paling berharga yang ia terima adalah seni ngadi saliro ngadi busono (merawat tubuh dan busana) langsung dari sang nenek. Di sinilah ia dididik untuk mengenali tumbuh-tumbuhan berkhasiat serta meramu kosmetik alami rahasia kalangan istana.
Meskipun memegang teguh tradisi, Mooryati adalah sosok yang sangat haus akan ilmu modern. Ia sukses meraih gelar Sarjana dan Magister Sastra Inggris, hingga menorehkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai peraih gelar Doktor tertua di Indonesia dalam bidang Manajemen Strategis dari Universitas Indonesia.
Dari Garasi Rumah Menuju Imperium Mustika Ratu
Langkah besar diambil Mooryati setelah menikah dengan Soedibyo Purbo Hadiningrat pada tahun 1956. Ia memilih meninggalkan kenyamanan hidup keraton dan memulai hidup baru secara mandiri. Berawal dari hobi meracik jamu untuk dikonsumsi sendiri dan dibagikan ke kerabat dekat, khasiat ramuannya mulai menyebar dari mulut ke mulut.
Pada tahun 1973, Mooryati memberanikan diri membuka usaha jamu kecil-kecilan di garasi rumahnya. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1975, ia resmi mendirikan PT Mustika Ratu. Langkah berani mendobrak tradisi keraton yang semula menganggap ramuan herbal sebagai rahasia internal terbukti berbuah manis:
Ekspansi Global: Mustika Ratu berkembang pesat hingga memproduksi lebih dari 800 varian produk dan mengekspornya ke lebih dari 20 negara, mulai dari Rusia, Jepang, Belanda, hingga Timur Tengah.
Bisnis Kebugaran Mewah: Ia memperluas lini bisnisnya dengan mendirikan jaringan perawatan tubuh kelas premium, Taman Sari Royal Heritage Spa.
Penghargaan Dunia Usaha: Atas kejeniusan bisnisnya, ia dianugerahi penghargaan Entrepreneur of the Year oleh Ernst & Young Indonesia pada tahun 2002.
Melahirkan Puteri Indonesia untuk Panggung Dunia
Visi Mooryati tidak berhenti pada produk kecantikan fisik. Terinspirasi setelah menyaksikan ajang Miss Universe 1992 di Bangkok, ia memiliki impian besar: perempuan Indonesia harus memiliki wadah untuk tampil percaya diri, cerdas, dan modern di panggung internasional dengan tetap membawa identitas budaya bangsa.
Ia kemudian mendirikan Yayasan Puteri Indonesia (YPI) dan meluncurkan kontes kecantikan Puteri Indonesia. Ajang ini sukses melahirkan talenta-talenta terbaik bangsa untuk dikirim ke berbagai kontes kecantikan dunia, seperti Miss International, Miss Supranational, Miss Cosmo, dan Miss Charm. Walau sempat menghadapi riak polemik di masyarakat pada awal-awal penyelenggaraannya, dedikasi Mooryati terbukti dengan eksistensi ajang ini yang bertahan hingga puluhan edisi.
Kiprah Politik dan Warisan Abadi
Darah kepemimpinan juga membawa Mooryati terjun ke dunia politik praktis. Aktif di organisasi SOKSI sejak era Orde Baru, ia kemudian terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan berhasil menduduki kursi Wakil Ketua II Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) periode 2004–2009. Rekam jejak hidupnya yang luar biasa ini ia rangkum dalam sebuah autobiografi berjudul Menerobos Tradisi Memasuki Dunia Baru, The Untold Story pada tahun 2016.
Seiring usia yang kian sepuh, Sang "Empu Jamu" perlahan menarik diri dari panggung publik dan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Mustika Ratu serta Yayasan Puteri Indonesia kepada putrinya, Putri Kuswisnu Wardani. Walau sosoknya kini telah tiada, warisan Mooryati Soedibyo tentang kecantikan sejati perempuan Indonesia dan pelestarian jamu nusantara akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang. (*)
Editor : Redaksi