Kronologi Lengkap Bryan Ebem Merekam Usher di Event GIIAS 2026 ICE BSD City
Nama aslinya Emanuel Bryan Eugene Martono, sering dipanggil Bryan Ebem. Selain dikenal sebagai agen asuransi, dia jadi konten kreator dengan menggunakan akun media sosial ebemartono.
Dalam menjalankan aktivitasnya sebagai konten creator, Bryan Ebem kerap memakai kamera yang tertanam di bagian depan kaca matanya (smart glass Meta). Dari kamera tersebut, objek yang direkam banyak yang tidak tahu bahwa mereka sedang direkam.
Berbekal kaca mata (smart glass Meta) itulah, Emanuel Bryan Eugene Martono alias Bryan Ebem leluasa mereka objek yang diinginkannya. Salah satu yang jadi objek kontennya ialah Usher yang sedang bekerja di event GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2026 ICE BSD City, Kota Tangerang. Event GIIAS berlangsung sejak 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.
Bryan Ebem datang ke event GIIAS 2026 di ICE BSD City. Lalu berbincang dengan beberapa Usher seputar mobil hingga tentang kehidupan pribadi si Usher, sambil lalu merekam melalui kamera di kaca matanya (smart glass). Usher tidak tahu kalau dirinya sedang direkam oleh Bryan Ebem.
Di akhir perbincangan itu, Bryan Ebem memberi tahu jika sedang membuat konten. Kepada Usher tersebut, Bryan Ebem bilang jika merekam dengan handphone (HP) yang dilakukan oleh rekannya, tapi tidak memberi tahu jika merekam dengan kamera smart glass.
Beberapa hari kemudian, si Usher kaget mendapati dirinya jadi konten media sosial milik Bryan Ebem dengan judul "cara deketin cewek di pameran". Si Usher tidak terima dengan isi konten tersebut, lalu meminta Bryan Ebem untuk men-take down (menghapus). Permintaan itu dikirim melalui DM (delivery message) media sosial milik Bryan Ebem.
Namun permintaan itu ditolak oleh Bryan Ebem. Bryan Ebem mau menghapus konten yang berisi tentang percakapannya dengan Usher tersebut asalkan diganti biaya produksi konten (bayar). Tidak terima dengan syarat yang diajukan Bryan Ebem agar menghapus konten dengan Usher, maka si Usher yang diketahui merupakan mahasiswi Universitas Tarumanegara jurusan hukum angakatan tahun 2021 (status cuti), speak up di media sosial (Threads) melalui akun @leonnyluhendo.
Isinya sebagai berikut :
”Jujur bingung. Mau nanya dong, kalau konten kreator emang boleh bebas ya diem-diem video dan upload muka orang? Dichat jelas banget, dia tau gak ada izin tapi dengan alasan public space jadi boleh? Kalau kontennya cuma keramaian or hal lain yang kayak gitu masuk akal, ini benar-benar satu video isinya muka gua. Gak ada izin memvidio di awal or mengupload, dengan narasi caption and konten yang kurang baik menurut gua dan udah minta takedown baik-baik, dia masih kekeh aja.
Aku mau ceritain salah satu case KONTEN KREATOR ANOMALI menurut aku. Clue konten kreator ini yang suka buat video “cara ajak kenalan … ” “cara deketin … ” dan berbagai cara lainnya lah pokoknya dengan diam-diam menggunakan kacamata kamera tersembunyi dia dan tidak menanyakan persetujuan untuk boleh post atau tidak videonya.
Kronologi detailnya :
Aku freelancer, lagi menjadi Usher di salah satu brand mobil GIIAS 2026. Konten kreator ini datang ber 2 ke mobil yang aku jaga. Awalnya menanyakan tentang mobilnya, dan tentu aku menjelaskan dan menjawab dengan sopan. Setelah itu, mereka bilang, oh sebagai usher aku sangat bagus karena mengetahui product knowledge dari mobil yang aku jaga.
Setelah itu mereka menanyakan lagi tentang nama, umur, dan sebagainya yang dimana aku masih menjawab dengan sangat sopan.
Disaat aku mengobrol dengan mereka, aku sama sekali tidak tahu kalau aku sedang divideo. Kalau kalian sudah ada yang melihat videonya, diakhir memang konten kreator ini menunjukkan kamera HP yang sedang merekam di belakang aku dan aku menoleh. Disaat itu, aku kira dia hanya memvideo bagian belakang dan bagian mobil yang sedang aku jaga. Karena jika memang konten tersebut tentang mobil atau booth yang sedang aku jaga, itu diperbolehkan untuk memvideo.
Setelah dia menunjukkan orang yang merekam dari belakang itu, mereka berdua hanya bilang terimakasih dan pergi begitu saja. Aku sama sekali gak kenal konten kreator ini. Gak tahu isi-isi konten dia itu apa aja. Dan tiba-tiba ada yang mengirimkan output video aku yang dibuat oleh mereka dengan narasi “cara deketin cewe dipameran”.
Oleh karena isi konten dan narasi tersebut, aku merasa sangat tidak nyaman dan berusaha dengan baik men-DM dan meminta untuk men-takedown kontennya.
Disini tidak ada persetujuan di awal kalau yang dibuat konten itu adalah aku perorangan. Mereka juga tidak menunjukkan di awal konten apa yang mereka buat. Mereka juga tidak memberitahukan bahwa mereka memakai KAMERA YANG ADA DIKACAMATANYA untuk merekam aku dari depan.
Setelah aku men-DM untuk meminta men-takedown videonya, konten kreator ini tidak mau dengan alasan public space jadi bebas. Kalau memang isi video mereka tentang crowd atau mereka sedang memvideo diri mereka sendiri tetapi aku secara tidak sengaja masuk ke dalam videonya, menurut aku alasan itu baru masuk akal.
Sedangkan yang terjadi disini adalah aku sebagai object utama di dalam video tersebut, sehingga aku berhak untuk meminta mereka men-takedown videonya dengan ketidaktahuan aku tentang isi konten mereka dan ketidaktahuan aku tentang kamera yang disembunyikan di kacamatanya yang tidak mereka beritahukan aku sampai akhir. Hal ini melanggar hak perlindungan data pribadi aku ke publik.
Bahkan teman-teman aku sesama Usher yang meminta mereka untuk tidak mempost video mereka malah DIMINTAI SEJUMLAH UANG (pemerasan kah?)
Kita tidak meminta dikontenin, bahkan dari awal kita tidak tahu kita dijadikan object konten oleh mereka. Kenapa kita yang harus bayar biaya cost mereka? Beginikah cara mereka mencari uang?”
Setelah postingan di Threads tersebut menjadi viral, kemudian menjadi perhatian Netizen, lalu Emanuel Bryan Eugene Martono, sering dipanggil Bryan Ebem men-takedown konten yang berisi Usher tersebut.
Setelah ditake down, Usher melalu Akun Thread @leonnyluhendo, mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah mendukungnya.
“Aku mau berterima kasih untuk kalian semua yang sudah ngedukung, kasih saran/masukan, dan mau membantu aku untuk bisa men-takedown video tersebut. Akhirnya video aku dan teman-teman aku sudah ditakedown.
Untuk gimana kelanjutannya masih dalam pertimbangan dan pembicaraan aku serta orang-orang disekitar aku ya. Sebenarnya aku gak mau perpanjang masalah ini, tapi dikarenakan dari pihak yang bersangkutan katanya mau mengirim somasi ke aku, jadi kita masih belum tahu kelanjutannya.
Dan yang terakhir, sebelumnya aku berterimakasih yang udah bantu repost dan speakup tentang kasus aku juga. Hanya saja aku minta tolong untuk yang speakup dan repost tidak memakai ssan video yang ada muka aku di dalamnya, bisa dengan kronologi dan bukti-bukti chat saja. Sekali lagi terimakasih ya.”
Bryan Ebem Minta Maaf
Setelah viral dan dikecam banyak pihak, konten kreator bernama Emanuel Bryan atau yang dikenal dengan Bryan Ebem (ebemartono) mengunggah video permintaan maaf di media sosialnya pada Senin (3/8/2026). Dalam unggahan tersebut, Bryan Ebem meminta maaf apabila ada pihak yang merasa dirugikan.
Isi lengkap permintaan maafnya sebagai berikut :
“Beberapa hari ini sedang ramai terjadinya kegaduhan. Sebelumnya saya Bryan, saya ingin minta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya. Saya tidak membenarkan. Saya hanya minta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan.
Saya seharusnya memang tidak mengatakan ada biaya produksi atau pun kata-kata lain yang saya sampaikan di komen. Lagi-lagi saya hanya meminta maaf dan mengklarifikasi semua tuduhah, semua narasi yang beredar di sosial media.
Kedepannya, saya akan lebih berhati-hati lagi dalam memposting video konten yang saya buat. Izinkan saya untuk cerita dari pihak saya apa yang terjadi. Lagi-lagi saya tidak membenarkan diri. Saya tidak mau menjustice masalah. Tapi saya ingin mengklarifikasi masalah dari pihak saya.
Awal bikin video itu iseng. Suka kenal sama orang, iseng-iseng saja. Kenal sama bule, kenal sama cewek, kenal sama om om. Dari situ banyak yang komen thank you Mas Ebem. Dari situ saya dari introvert jadi extrovert. Awalnya dulu susah cari kerja sekarang lebih gampang.
Dari komen-komen itu, saya merasa, wah video yang saya buat jadi inspirasi. Niatnya, saya tidak punya niat negatif apapun hanya ingin inspirasi. Segala tuduhan yang muncul mungkin di ranah personal, activation yang muncul.
Lagi-lagi saya minta maaf dan saya tidak membenarkan. Ke depannya saya akan berbenah diri dan meluruskan semua yang terjadi. Terima kasih sebelumnya. Saya Bryan meminta maaf dari lubuk hati terdalam saya. Terima kasih.”
Ditanggapi Menteri dan DPR RI
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menanggapi perekaman video tanpa izin yang dilakukan Bryan Ebem. Katanya, merekam orang tanpa izin meski di ruang publik, tetap melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Komdigi, melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital (Wasdig) akan membuka pengaduan agar konten kreator yang membuat resah dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Sedangkan Ketua Komisi III DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Habiburokhman mengecam tindakan tersebut sebagai eksploitasi yang melanggar hukum. Ia menegaskan perekaman wajah orang lain untuk konten tanpa izin dapat dijerat Undang Undang Hak Cipta, Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), hingga Undang Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) jika terbukti merendahkan martabat.
Politisi Partai Gerindra tersebut mendorong korban untuk melaporkan kasus ini ke Polisi. Ia menyebut DPR RI berkomitmen mengawal kasus ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (*)
Editor : Redaksi