Pasar Pupuk Global Mengalami Penyesuaian Ulang

avatar M Ruslan
  • URL berhasil dicopy
Pasar pupuk global
Pasar pupuk global
grosir-buah-surabaya

Pasar pupuk global tidak lagi bergerak ke satu arah saja. Harga urea telah terkoreksi tajam dari tingkat harga masa krisis, sementara harga DAP (Diammonium Fosfat) dan pupuk fosfat lainnya relatif stabil dan kuat. Asia Selatan juga kembali muncul sebagai pusat permintaan utama, dengan India dan Bangladesh mengamankan pasokan menjelang siklus tanam berikutnya.

Urea : Penyesuaian ulang yang dramatis

Tender terbaru RCF India berhasil mengamankan sekitar 1,7 juta ton urea dengan harga $390,25–393,65/ton CFR. Angka tersebut dibandingkan dengan :

- April 2026: $935–959/ton

- Juni 2026: $444,9–449,3/ton

- Tender terbaru: $390,25–393,65/ton

Tender tersebut menarik penawaran melebihi 5,5 juta ton, yang mengindikasikan adanya perbaikan signifikan dalam ketersediaan nitrogen global. Namun, harga acuan urea yang dipantau kembali ke kisaran $409/ton pada akhir Agustus, yang menunjukkan bahwa permintaan mulai menyerap sebagian dari tambahan pasokan yang baru tersedia.

DAP: Mengapa angka $781 dan $809 sama-sama tepat

Harga acuan DAP bulan Juli 2026 dari Bank Dunia tercatat sebesar $781,3/ton, dengan basis harga FOB Teluk AS (U.S. Gulf).

Pembelian oleh HURL India yang dilakukan belakangan berada di kisaran $809/ton CFR Pantai Barat India, yang sudah mencakup biaya angkut hingga ke tujuan. Jadi, kedua angka tersebut tidak saling bertentangan—keduanya mencerminkan dasar penetapan harga yang berbeda.

Kesepakatan awal India di kisaran harga tinggi $920-an/ton juga mencerminkan kondisi pasar yang lebih ketat serta struktur pembayaran yang ditangguhkan, sehingga tidak dapat dianggap sebagai acuan harga saat ini.

Permintaan di Asia Selatan Menguat

Bangladesh menyetujui pengadaan pupuk sebanyak 365.000 ton :

 

- 80.000 ton Urea

- 80.000 ton DAP

- 60.000 ton TSP

- 115.000 ton MOP

Pembelian dalam jumlah besar oleh India dan Bangladesh dapat dengan cepat memperketat ketersediaan pasokan regional serta memengaruhi biaya angkut dan biaya penggantian stok.

Apa dampaknya bagi Pakistan? Pakistan relatif terlindungi dalam hal pasokan urea berkat produksi dalam negeri—asalkan pabrik-pabrik lokal mendapatkan pasokan gas yang andal.

Tantangan kerentanan yang lebih besar terletak pada keterjangkauan harga DAP. Harga fosfat yang tinggi, biaya impor, serta pengenaan GST sebesar 5% atas impor DAP dapat menghambat penerapan penggunaan nutrisi yang seimbang.

Pada tanggal 24 Agustus 2026, pemerintah federal dan pemerintah Punjab meninjau ketersediaan DAP dan menyepakati langkah-langkah terkoordinasi menjelang musim tanam Rabi.

Kesimpulan

Harga urea telah kembali ke tingkat normal secara signifikan. Harga DAP tetap bertahan tinggi. Dan permintaan di Asia Selatan kembali meningkat.

Bagi Pakistan, tantangan terkait pupuk kini bergeser dari sekadar masalah ketersediaan menjadi persoalan keterjangkauan harga, keamanan pasokan gas, ketepatan waktu impor, dan penggunaan nutrisi yang seimbang.

Ujian sesungguhnya adalah apakah pupuk dapat sampai ke tangan petani sebelum puncak permintaan musim Rabi—dengan harga yang terjangkau oleh mereka. (*)