Penyamun Somalia Memangsa Kapal Kargo Lutuf

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Kapal kargo Lutuf
Kapal kargo Lutuf
grosir-buah-surabaya

Para penyamun laut Somalia telah kembali dan kali ini mereka telah membawa mangsa paling ambisius dalam sejarah mereka: Lutuf, sebuah kapal kargo yang dimuatkan dengan drone, senjata, dan peralatan satelit Turki yang ditujukan untuk pangkalan militer terbesar Turki di Afrika. Jika mereka berhasil mendaratkannya, klan yang terlibat akan menjadi milisi yang paling bersenjata di benua itu.

Respons Ankara sangat cepat dan belum pernah terjadi sebelumnya : kapal perang, helikopter, dan drone mata-mata dikerahkan di depan pantai Somalia serta setidaknya satu serangan udara yang sudah dilaksanakan terhadap posisi bajak laut. Sebelumnya, Turki tidak pernah bereaksi seperti ini terhadap penculikan di Samudra Hindia.

Mengapa para bajak laut kembali? Tiga faktor simultan : Donald Trump memangkas bantuan ke Somalia dari 476 juta dolar pada tahun 2024 menjadi hanya 3 juta pada tahun 2026. 

Perang Iran telah mengalihkan kapal-kapal militer ke Teluk Persia. Dan di salah satu negara termiskin di dunia, uang tebusan lima juta dolar masih merupakan kekayaan besar. 

Pembajakan Somalia bukanlah kekacauan romantis dari imajinasi populer. Ini adalah sebuah industry : investor yang mendanai operasi, tim serangan terlatih, negosiator khusus di London, dan akuntan yang membagi keuntungan. Sebuah mafia yang terorganisir seperti mafia mana pun, dengan metode serangan yang bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit. 4

Namun, sejarah itu memiliki asal-usul yang tidak nyaman bagi Barat. Ketika Somalia runtuh pada tahun 1991, armada Eropa dan Asia memeras lautannya secara ilegal senilai 400 juta dolar per tahun. Para bajak laut pertama itu menyebut diri mereka Penjaga Pantai Sukarelawan.

 Seperti yang dikatakan oleh salah seorang juru bicara mereka: "Kami adalah penjaga pantai. Jika kalian tidak ingin kami melanjutkan, berhentilah mencuri ikan kami." (*)