Tragedi Berdarah di Tambaksari Surabaya

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Koran DE LUSTMOORD Bekentenis van den dader
Koran DE LUSTMOORD Bekentenis van den dader
grosir-buah-surabaya

Surat kabar de Indische Courant memberitakan sebuah kasus pembunuhan dengan judul "DE LUSTMOORD Bekentenis van den dader" (Pembunuhan Bernafsu berdasar pengakuan dari pelaku) Soerabaja, Oktober 1936.

Di sebuah rumah dinas (gemeentewoning) di kawasan Tambaksarie, tinggallah sepasang suami-istri pribumi yang cukup berada, dengan sang suami yang merupakan seorang pegawai di kantor gubernur (klerk van het Gouvernements-kantoor).

Pagi itu seharusnya berjalan seperti biasanya. Tapi tak seorang pun tahu jika di rumah itu, sebuah kejahatan telah direncanakan....

Dua hari sebelumnya, seorang pria bernama Djasimin datang ke rumah tersebut. Ia bukan keluarga, hanya seorang tamu tak dikenal yang datang dengan cerita sedih dan membutuhkan pertolongan.

Karena merasa iba, keluarga kecil itu menawarkan bantuan dengan mengizinkannya bermalam. Mereka membukakan pintu rumah untuk seorang asing yang sebenarnya sudah mengincar rumah mereka dengan kejahatan yang sudah direncanakan.

Sebelumnya, Djasimin sebenarnya sudah mondar-mandir di sekitar rumah tersebut setelah mendengar bahwa di sana terdapat barang-barang berharga semacam perhiasan... uang... dan barang berharga lain yang nilainya cukup banyak jika dijual.

Jadi, Djasimin tidak datang secara kebetulan. Ia hanya sedang menunggu kesempatan. Pada hari yang sudah Djasimin rencanakan, pagi saat rumah tengah sepi...

Suami korban berangkat bekerja. Sementara baboe pergi ke pasar dan hanya tinggal korban si nyonya rumah dan Jasimin yang masih berada di sana...

Djasimin menunggu sampai kesempatan itu datang. Ia bahkan sempat berbicara dengan korban. Padahal ditangannya telah membawa dua potong kawat tembaga yang akan ia gunakan untuk menjerat leher korban.

Nyonya rumah itu masuk ke kamar, ini menjadi kesempatan yang ditunggu-tunggu Djasimin. Maka, ia buru-buru mengikutinya dan mengikutinya dan langsung menyerangnya. Korban dicekik hingga Jhingga meninggal.

Lalu tanpa menunggu lagi, Djasimin langsung bergerak mengambil sejumlah barang berharga. Sebuah kalung, cincin kawin, jam tangan perak, sejumlah uang dan beberapa barang lainnya.

Djasimin buru-buru kabur. Barang-barang hasil rampokannya kemudian ia jual. Sementara berita pembunuhan sudah sampai ke tangan pihak yang berwajih Nama Djasinin muncul sebagai terduga at pembunuhan begitu informasi berhasil dikumpulkan. Namun polisi masih mengumpulkan bukti yang bisa menguatkan dugaan tersebut.

Dan ternyata Djasimin juga memiliki kaitan dengan kasus pencurian terhadap keponakannya yang bernama Satin.

Seorang asisten wedana dari bagian kepolisisan Soerabaja kemudian dikirim ke Bodjonegoro untuk mengejar dan mencari Djasimin karena dari informasi yang dikumpulkan, día lari ke sana dan berhasil ditangkap.

Sebelumnya, ada sebuah gunting milik korban yang ikut terbawa Diasimin bersama barang-barang mpokannya. Gunting itu ditinggalkan Djasimin di rumahnya, mungkin karena dianggap tak berharga untuk dijual.

Namun sayangnya justru menjadi malapetaka karena ditemukan oleh polisi saat penggeledahan di rumahnya dan menjadi bukti kuat bahwa Djanimin adalah orang yang berada dibalik perampokan dan pembunuhan itu.

Dari hasil pengakuan Djasimin, ia melakukan pembunuhan demi mencuri. Namun pemeriksaan medis terhadap jenazah menunjukkan adanya unsur lain.

Surat kabar menyebut, kasus tersebut sebagai "Justmoord", yakni sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut pembunuhan yang berkaitan dengan nafsu seksual.

Hanya saja surat kabar tidak menjelaskan secara rinci apa yang sebenarnya terjadi pada korban. Bahkan nama korban saja tidak dicantumkan, termasuk di pemberitaan surat kabar lainnya.

Dari tragedi pembunuhan dan perampokan tersebut, suami korban justru mendapat perhatian khusus dalam pemberitaan. Statusnya sebagai pegawai kantor Gubernur membuatnya pandang sebagai orang yang terhormat dan bekerja untuk pemerintahan kolonial.

Sementara tragedinya juga dipandang semkin menyentuh karena ia sendiri yang memberikan tempat menginap kepada Djasimin. (*)

*) Source : Soerabaiacityheroes