Kartini Muljadi, Mantan Hakim yang Sukses Bangun Tempo Scan
Indonesia kehilangan salah satu tokoh wanita paling berpengaruh. Kartini Muljadi, S.H. berpulang pada 20 Oktober 2025 di usia 95 tahun. Lahir pada 17 Mei 1930 dengan nama Pauline Fanny Kho, ia mengadopsi nama Kartini pasca-kemerdekaan sebagai simbol emansipasi. Sepanjang hidupnya, ia berhasil mendobrak berbagai batasan hingga dikenal sebagai wanita terkaya di Indonesia sekaligus legenda hukum korporat.
Integritas di Ruang Sidang dan Dunia Notaris
Lulus dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1958, Kartini langsung mengabdi sebagai hakim di Pengadilan Khusus Jakarta. Di era transisi pasca-kolonial tersebut, ia mengukir reputasi langka: seorang hakim yang sepenuhnya bersih dari korupsi.
Namun, takdir membawanya ke arah lain. Sepeninggal suaminya, Djojo Muljadi, pada tahun 1973, Kartini memilih mundur dari jabatan hakim karena gajinya tak cukup untuk menghidupi keluarga. Ia lalu beralih profesi menjadi notaris. Keahlian dan ketelitiannya segera memikat korporasi raksasa, mulai dari Unilever hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) papan atas seperti Wijaya Karya.
Penyelamat Krisis 1998 dan Arsitek Hukum
Pada tahun 1990, Kartini mendirikan kantor hukum Muljadi & Rekan. Peran terbesarnya bagi negara tercatat saat krisis moneter melanda Asia pada 1997–1998. Kartini menjadi tokoh kunci di balik layar yang mendampingi Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan menjadi penasihat Bank Dunia untuk merancang formula penyelamatan perbankan yang kolaps.
Atas dedikasinya, Presiden Megawati Soekarnoputri menganugerahinya Capital Market Lifetime Achievement Award pada tahun 2004. Ia juga menjadi salah satu perumus utama UU Perseroan Terbatas dan Undang Undang Kepailitan yang digunakan Indonesia hingga saat ini.
Ratu Farmasi di Balik Gurita Bisnis Tempo Scan
Di samping karier hukumnya yang bersinar, Kartini adalah pebisnis dengan intuisi yang tajam. Berawal dari keberaniannya membeli sebuah bisnis salon kecantikan milik warga Belanda dengan cara mencicil semasa kuliah, bisnis tersebut bertransformasi menjadi PT Tempo Scan Pacific.
Perusahaan ini kemudian tumbuh menjadi raksasa farmasi dan consumer goods yang melahirkan produk-produk legendaris tanah air:
Kesehatan: Bodrex dan Hemaviton.
Perawatan tubuh : Losion Marina dan produk bayi My Baby.
Gurita bisnis ini mengantarkan Kartini menjadi wanita terkaya di Indonesia. Pada tahun 2019, Forbes mencatat kekayaannya menembus $630 juta (sekitar Rp 9,8 triliun). Meski perjalanan hidupnya sempat diterpa riak seperti polemik sengketa lahan Sumber Waras, integritas hukum Kartini tetap tidak tergoyahkan hingga akhir hayatnya. (*)
Editor : S. Anwar