Nadhira Nuraini Afifa, Dokter Yang Menembus Batas Pendidikan
"Satu-satunya batasan kita adalah pikiran kita sendiri." Kalimat motivasi ini bukan sekadar slogan bagi dr Nadhira Nuraini Afifa. Sosok dokter muda ini telah membuktikan bahwa dengan tekad baja dan niat yang tulus, anak bangsa mampu berdiri tegak di panggung intelektual paling bergengsi di dunia.
Akar Minang dan Mimpi yang Menjulang
Lahir di Jakarta pada 14 Maret 1995, Nadhira membawa identitas sebagai putri berdarah Minang. Sejak kecil, ia tumbuh di lingkungan yang sangat menghargai pendidikan. Didikan sang ibu menjadi kompas utama dalam hidupnya: mimpi tidak boleh memiliki langit-langit.
Nadhira menyelesaikan pendidikan menengahnya di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bekasi, sebelum akhirnya diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI). Prestasi akademiknya yang cemerlang di Universitas Indonesia (UI) menjadi batu loncatan baginya untuk terbang lebih jauh ke Amerika Serikat. Momen Bersejarah di Harvard University Keberhasilannya meraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membawanya ke Harvard T.H. Chan School of Public Health.
Namun, prestasi Nadhira tak berhenti pada sekadar menjadi mahasiswa. Pada tahun 2020, Nadhira menghebohkan publik tanah air setelah terpilih menjadi Commencement Speaker (pemberi pidato wisuda) mewakili angkatannya.
Di podium salah satu universitas terbaik dunia tersebut, Nadhira menyampaikan pesan tentang pentingnya kesehatan masyarakat dan empati global. Pidatonya yang tenang dan berisi tidak hanya memukau audiens di Harvard, tetapi juga viral di Indonesia, membangkitkan rasa bangga kolektif bangsa.
Misi Sosial melalui Limitless Foundation Bagi Nadhira, ilmu yang ia timba di Harvard harus bermanfaat bagi mereka yang memiliki akses terbatas. Hal ini ia wujudkan melalui pendirian Limitless Foundation (Yayasan Gapai Tanpa Batas). Melalui yayasan ini, ia berupaya memutus rantai ketimpangan pendidikan dengan memberikan bantuan finansial dan informasi kepada pelajar berprestasi di Indonesia.
Selain itu, melalui kanal digitalnya, Nadhira konsisten berperan sebagai konten kreator yang mengedukasi masyarakat seputar ilmu kesehatan dan tips produktivitas, menjadikannya rujukan bagi generasi milenial dan Gen Z.
Diakui Dunia sebagai Muslim Berpengaruh
Dampak besar yang ia berikan melalui edukasi kesehatan dan misi pendidikan membawanya masuk dalam jajaran 500 Muslim Paling Berpengaruh Dunia (The Muslim 500) oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC). Bersanding dengan nama besar seperti Sri Mulyani dan M. Quraish Shihab, Nadhira membuktikan bahwa pengaruh tidak selalu datang dari jabatan politik, melainkan dari manfaat nyata bagi sesama.
Kisah dr. Nadhira Nuraini Afifa adalah pengingat bahwa latar belakang apa pun tidak akan mampu menghambat langkah seseorang, sejauh mereka berani bermimpi dan bekerja keras untuk menembus batas. (*)
Editor : Bambang Harianto