Alasan Allah Belum Mengubah Keadaanmu, Jawabannya di Surah Al Insyirah

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Surah Al Insyirah
Surah Al Insyirah
grosir-buah-surabaya

Mungkin selama ini kita berpikir, kalau aku bekerja lebih keras, semuanya pasti berubah. Lalu kita pun menambah usaha, mengurangi waktu istirahat, bahkan rela mengorbankan banyak hal.

Tetapi, ada masa ketika usaha sudah maksimal, namun keadaan tetap belum berubah. Lalu kita bertanya, "Ya Allah... mengapa?"

Kalau kita membaca Surah Al-Insyirah, ternyata Allah tidak langsung berbicara tentang kemudahan. Justru Allah lebih dahulu mengingatkan Rasul-Nya tentang nikmat yang paling mendasar: kelapangan dada.

Seakan Allah sedang mengajarkan, "Sebelum engkau melihat perubahan di sekitarmu, kuatkanlah terlebih dahulu hatimu."

Allah berfirman :

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ۝ وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ ۝ الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ ۝ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ

"Bukankah Kami telah melapangkan dadamu? Dan Kami telah menurunkan bebanmu darimu, yang memberatkan punggungmu. Dan Kami telah meninggikan sebutan (nama)mu."

(QS. Al-Insyirah: 1–4)

Sebelum Allah menyampaikan kabar tentang kemudahan, Allah terlebih dahulu menyebut nikmat kelapangan dada, meringankan beban, dan meninggikan derajat Rasul-Nya. Karena hati yang lapang mampu melihat harapan, meski jalan keluar belum tampak.

Bukankah ini juga yang sering kita alami? Yang membuat kita lelah bukan selalu beratnya ujian, tetapi sempitnya dada ketika menjalaninya.

Saat hati dipenuhi kecemasan, semuanya terasa berat. Namun ketika Allah melapangkannya, ujian yang sama terasa jauh lebih ringan. Barulah setelah itu Allah berfirman :
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."

(QS. Al-Insyirah: 5–6)

Perhatikan. Setelah Allah menguatkan hati Rasul-Nya, Allah menegaskan bahwa bersama setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Seakan Allah sedang menguatkan :

"Ketika hatimu telah siap, engkau akan mampu melihat kemudahan yang selama ini luput dari pandanganmu."

Dan setelah hati dikuatkan, Allah tidak memerintahkan kita untuk berhenti.

Justru Allah berfirman :

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ۝ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

"Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bersungguh-sungguh (mengerjakan urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap."

(QS. Al-Insyirah: 7–8)

Artinya : tetaplah berikhtiar. Namun jangan gantungkan harapanmu kepada usaha semata. Gantungkanlah harapanmu kepada Allah. Mungkin hari ini keadaanmu belum berubah sebagaimana yang engkau harapkan.

Bukan berarti Allah tidak mendengar doamu. Bukan pula berarti usahamu sia-sia. Boleh jadi Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih berharga terlebih dahulu, yaitu hati yang lebih lapang, lebih kuat, dan lebih dekat kepada-Nya.

Karena hati yang lapang akan mampu menjaga nikmat ketika nikmat itu benar-benar datang. Maka jika hari ini hidupmu masih terasa berat, jangan hanya berdoa : "Ya Allah, ubahlah keadaanku."

Tetapi tambahkanlah doa : "Ya Allah, lapangkanlah dadaku sebagaimana Engkau telah melapangkan dada Rasul-Mu."

Karena bisa jadi, perubahan terbesar yang sedang Allah siapkan bukan dimulai dari dunia di sekitarmu, melainkan dari hatimu sendiri hamba pendosa.

Kekuatan hati dalam menghadapi ujian hidup. Temukan kekuatan hati dan kelapangan dalam menghadapi ujian hidup. (*)