Profil Asmar, Dari Korps Bhayangkara hingga Bupati Kepulauan Meranti

avatar Mahmud
  • URL berhasil dicopy
Asmar
Asmar
grosir-buah-surabaya

Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, kini resmi menapakkan kaki di era kepemimpinan baru yang stabil. Nama H Asmar, seorang purnawirawan kepolisian yang dikenal tenang namun tegas, kini resmi mengemban amanah sebagai Bupati Kepulauan Meranti untuk masa jabatan 2025–2030.

Pria kelahiran 5 Mei 1962 ini dilantik langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025. Perjalanan Asmar menuju kursi nomor satu di daerah berjuluk "Kota Sagu" ini terbilang penuh dinamika, menjadikannya salah satu figur pemimpin yang matang dalam menghadapi krisis tata kelola pemerintahan.

Masa Kecil di Desa Penyagun dan Meniti Karier di Kepolisian

Asmar lahir di Desa Penyagun, Kecamatan Rangsang. Ia tumbuh dalam kesederhanaan sebagai anak kelima dari tujuh bersaudara dari pasangan Jemang, seorang petani lokal, dan ibunya. Pendidikan dasarnya diselesaikan di SD Negeri 001 Penyagun pada tahun 1975, sebelum akhirnya merantau ke ibu kota kabupaten untuk melanjutkan ke MTs Selatpanjang (lulus 1978) dan SMEA Negeri Selatpanjang (lulus 1981).

Setamat sekolah, Asmar memilih jalur pengabdian negara dengan masuk ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru pada tahun 1984. Penugasan pertamanya dimulai di Polres Indragiri Hulu pada tahun 1986.

Di korps berbaju cokelat inilah kepemimpinan Asmar ditempa. Ia kenyang pengalaman di lapangan dengan bolak-balik memegang tongkat komando sebagai Kapolsek di berbagai wilayah strategis, mulai dari Kapolsek Kemuning, Gaung, Enok, Gaung Anak Serka, Mandah, hingga Kateman. 

Sebelum purnatugas, ia juga dipercaya menduduki posisi penting seperti Kabag Sumda Polres Indragiri Hilir hingga Wakil Direktur serta Pelaksana Harian (Plh) Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Riau. Dalam kehidupan pribadinya, Asmar didampingi oleh istri tercinta, Ismiatun, dan dikaruniai tiga orang anak.

Mengarungi Badai Krisis dan Menjadi Penyelamat Daerah

Pensiun dari Polri dengan pangkat terakhir Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Asmar memutuskan terjun ke dunia politik pada Pilkada Meranti 2020. Kala itu, ia maju sebagai Wakil Bupati mendampingi Muhammad Adil. Pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan dan PKB ini keluar sebagai pemenang dengan torehan 37.116 suara.

Namun, ujian kepemimpinan sesungguhnya datang pada 6 April 2023. Badai politik mengguncang Meranti ketika Bupati Muhammad Adil terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di tengah situasi pemerintahan daerah yang sempat goyah, Asmar bergerak cepat. Hanya sehari setelah kejadian tersebut, tepatnya 7 April 2023, ia resmi ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti. Dengan latar belakangnya sebagai mantan perwira polisi, Asmar berhasil memulihkan roda birokrasi, mengembalikan kepercayaan publik, dan menjaga kondusivitas daerah yang sempat memanas.

Kepercayaan Penuh Rakyat di Pilkada 2024

Keberhasilan Asmar dalam menstabilkan daerah selama menjabat sebagai Plt Bupati membuatnya mendapat tempat khusus di hati masyarakat. Pada Pilkada Meranti 2024, ia maju sebagai calon Bupati definitif dengan menggandeng politikus berpengalaman, Muzamil Baharudin. Duet ini disokong koalisi kuat yang terdiri dari PKB, Partai Demokrat, Partai NasDem, dan Perindo.

Hasilnya, masyarakat Meranti memberikan mandat penuh kepada pasangan Asmar-Muzamil. Mereka sukses mengunci kemenangan dengan meraup 35.675 suara atau sekitar 40,57�ri total suara sah, unggul dari para pesaingnya.

Kini, setelah resmi dilantik di Istana Negara, tantangan besar telah menanti Asmar. Berbekal kedisiplinan seorang purnawirawan Polri dan pengalaman menakhodai daerah di masa krisis, H. Asmar bersama Muzamil Baharudin diharapkan mampu membawa Kepulauan Meranti keluar dari ketertinggalan, menggenjot potensi sagu dan maritim, serta menyejahterakan masyarakat di beranda depan NKRI tersebut. (*)

*) Source : Nasrul Koto Ps