Suami Fitri Salhuteru, mantan sahabat Nikita Mirzani, blak-blakan pernah memberikan uang pengamanan situs judi, yang sengaja dibungkus kemasan kopi arabika, untuk mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu.
Mulanya mereka berkarib hangat. Perseteruan meletup kala Nikita Mirzani menghampiri kantor Fitri Salhuteru.
Baca juga: Sales PT Pajajaran Internusa Tekstil Gunakan Uang Tagihan untuk Judi Online
“Suatu hari dia datang ke kantor saya, meminta saya membela dia untuk menjelekkan suami dan anaknya," demikian penjelasan pemicu pertengkaran versi Fitri, mantan sahabat Nikita itu, melalui fitur Story di Instagram pribadinya tertanggal 31 Desember 2024.
Sebulan sebelumnya, Nikita memang sempat menyerang Fitri. Ketika live di sebuah akun media sosialnya, artis yang memulai kariernya di dunia hiburan pada acara Take Me Out Indonesia itu blak-blakan menyebut Cencen Kurniawan, suami Fitri, seorang pengangguran dan penipu.
Namun entah dari mana dugaan Nikita itu berasal. Yang jelas, bukan kali ini saja Cencen mendapat atensi publik. Belakangan nama pengusaha yang tercantum sebagai beneficial ownership PT Kurnia Putra Soegama ini juga ikut terseret dalam lingkaran setan beking judi online.
Dalam dokumen Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang diterima Adhyaksa, peran Cencen disebut beberapa kali oleh sejumlah pelaku yang kini sudah berstatus terdakwa.
Terdakwa atas nama Zulkarnaen Apriliantony, misalnya, mengaku mengenal Cencen melalui Budi Setiyadi, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) periode 2017-2022, dalam sebuah pertemuan di satu kafe di bilangan Sarinah, Jakarta Pusat.
Dalam persamuhan yang berlangsung sekitar Agustus 2023 itu, Tony—demikian Apriliantony acap dipanggil—mengatakan Cencen mengutarakan butuh pengetahuan regulasi bisnis game online lantaran dirinya hendak berinvestasi dalam bidang usaha tersebut.
Akhirnya Tony pun mengantarkan Cencen ke rumah dinas Budi Arie Setiadi, yang saat itu masih menjabat Menkominfo—kini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), di seputar Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, beberapa hari kemudian.
Tony pribadi ialah seorang pengusaha yang mengenal dekat Budi Arie. Perkenalannya dengan Budi Arie terhitung sejak tahun 2019 ketika sama-sama menjadi tim pemenangan Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (pilpres).
Sebagaimana keterangan yang tercantum dalam berkas pemeriksaan Tony, di rumah Budi Arie itulah Cencen secara terbuka menyodorkan "bantuan" untuk mengontrol situs judi online.
Baca juga: Fredy Tanoe Sekadan Jadi DPO Kasus Jual Beli Rekening Bank untuk Judi Online
Suami Fitri itu mengusulkan agar halaman judi kelas kecil dan menengah diblokir. Pada saat yang sama, yang kelas kakap diloloskan.
"Sekitar 1.000, 2.000 atau 3.000 yang dijagain?" tanya Budi Arie kepada Cencen ihwal jumlah situs judi yang direncanakan tidak diblokir.
Setelah pertemuan, Cencen beberapa kali memberikan catatan 20 ribu lebih nama-nama halaman judi kelas menengah-bawah yang dimuat dalam kandar kilas alias flash drive.
Cencen juga pernah menyerahkan kandar kilas itu lewat perantara Tony pada satu hari kira-kira antara September dan Oktober 2023 ke rumah dinas Budi Arie. Ketika itulah, sosok yang kini menduduki Menteri Koperasi (Menkop) itu mengutarakan isyarat permintaan uang pengamanan situs kepada Tony.
“Bilangin Cencen, masak situs sudah ditake-down, tidak ada duit kopi utk anak-anak?"
Baca juga: Nizar Ulum Arapat Pakai Uang Tagihan PT Gilang Sembilan Sembilan untuk Judol
Permintaan ini spontan ditanggapi Cencen. Dalam BAP Cencen yang sudah berada di tangan Jaksa, dia mengaku pernah menyerahkan uang sebanyak USD 50 ribu atau senilai Rp 500 juta untuk Budi Arie melalui Tony.
Tony lantas memberikan fulus yang sengaja dibungkus kemasan kopi arabika itu ke rumah dinas Budi Arie.
"Nih, kopi buat Projo," ucap Tony, sebagaimana dalam berkas perkara.
Sembari menunjuk karpet merah ruang tamu, Budi Arie pun membalas. "Tuh, taruh di situ aja." (*)
*) Source : Jaksapedia
Editor : Bambang Harianto