Kejari Sidoarjo Tetapkan Kepala Desa Entalsewu Tersangka Korupsi

Reporter : Ach. Maret S.
Kapela Desa Entalsewu, Sukriwanto

Sukriwanto selaku Kepala Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, ditetapkan tersangka dugaan korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. Penetapan tersangka Kepala Desa Entalsewu disampaikan pihak Kejari Sidoarjo pada Senin, (21/7/2025) malam.

Selain Kepala Desa Entalsewu, Kejari Sidoarjo juga menetapkan tersanka Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Entalsewu, Asrudin. Asrudin diduga turut serta dalam perbuatan tindak pidana korupsi yang merugikan negara miliaran rupiah tersebut.

Baca juga: Kejari Sambas Tetapkan Mantan Kepala Desa Tebuah Elok Korupsi Dana Desa

Sukriwanto dan Asrudin langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan. Keduanya mendekam di rutan tahanan (Rutan) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur selama 20 hari ke depan.

Kepala Kejari Sidoarjo, Roy Rovalino Herudiansyah menjelaskan bahwa dugaan korupsi tersebut terjadi pada tahun 2022. Saat itu, pengembang perumahan PT Cahaya Fajar Abaditama (CFA) membeli tanah milik warga dan mendapati ada kelebihan lahan bekas tanah gogol milik Pemerintah Desa Entalsewu seluas 5.000 meter persegi.

Baca juga: Mantan Kepala Desa Olung Olu Jadi Tersangka Dugaan Korupsi APBdes

Lahan gogol tersebut kemudian dibeli oleh pihak pengembang PT Cahaya Fajar Abaditama, yang disertai pemberian kompensasi sebesar Rp3,6 miliar. Dana kompensasi itu semestinya digunakan untuk pembangunan fasilitas desa, seperti mushola, jalan desa, pengurukan tanah makam, dan pembangunan pendopo.

Namun, penyidik Pidana Khusus Kejari Sidoarjo menemukan bahwa dana tersebut tidak dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2022.

Baca juga: Mantan Kepala Desa Lajing Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa

Uang Rp 3,6 miliar tersebut dibagikan kepada 61 warga bekas gogol yang rata-rata mendapatkan Rp. 25 juta.

“Delapan RT yang ada di Dusun Pendopo masing-masing mendapatkan jatah Rp. 100 juta untuk dibagikan ke setiap warganya. Termasuk 9 mushola yang juga mendapatkan aliran dana rata-rata Rp 50 juta,” ungkapnya. (*)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru