Publik media sosial diramaikan dengan video rekaman akun Instagram (IG) Eri Cahyadi (Walikota Surabaya) saat jeda live. Dalam rekaman itu, terdengar percakapan seorang wanita yang berkata "epok-epok keliling".
Sebelumnya, akun Instagram Eri Cahyadi (@ericahyadi_) live saat Eri Cahyadi sedang melaksanakan kegiatan lapangan. Setelah selesai, akun Instagram Eri Cahyadi tetap live dan ponsel yang terpasang Instagram Eri Cahyadi masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil itulah, terdengar percakapan suara seorang wanita.
Baca juga: Meinita Arisanti Tipu Toko Emas Milik Anak Mantan Walikota Surabaya
Pemegang akun Instagram Eri Cahyadi mengira, speaker dibisukan saat jeda live. Tapi yang terjadi, justru percakapan itu didengar oleh audiens yang masuk dalam siaran langsung atau live Instagram. Salah satu audiens sempat merekam dan menyebarkannya di media sosial.
Dalam percakapan itu, terdengar suara wanita sedang berbincang dengan temannya memakai Bahasa Jawa.
"Lek kayak gini mas, kan bagus bapake turun. Video kita simpan dulu ae. Be'e besok hujan bisa dipake yo. Epok epok keliling," demikian percakapan seorang wanita dalam Bahasa Jawa, yang artinya "Kalau seperti ini kak, kan bagus bapaknya turun. Video kita simpan dulu saja. Barangkali besok hujan bisa dipakai ya. Pura-pura keliling".
Sesaat kemudian, terdengar suara dari wanita yang sama yang mengatakan, "Lak wes ngene iki gak metu suarane yo.
Gak tahu soale wes jeda." Artinya " Kalau sudah seperti ini, tidak keluar suaranya ya. Tidak tahu, karena sudah jeda".
Video percakapan itu pun viral di media sosial. Netizen menganggap, kegiatan Eri Cahyadi yang diposting di konten Instagram @ericahyadi_ hanya pencitraan.
Baca juga: Pasang Tenda Hajatan di Surabaya Bisa Dikenakan Sanksi Rp 50 Juta
Setelah ramai hujatan di media sosial, muncullah seorang wanita melalui akun Instagram @heningdzikrillah yang mengaku sebagai Admin Instagram Eri Cahyadi. Pemilik akun @heningdzikrillah yaitu Choirum Hening Dzikrillah (28 tahun), membuat video permintaan maaf karena teledor.
Dalam video permintaan maaf yang diposting di akun Instagram pribadinya, Choirum Hening Dzikrillah mengatakan, "Terkait kejadian pengelolaan akun media sosial Pak Walikota Surabaya, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Atas apa yang saya lakukan ini murni kesalahan pribadi saya lakukan meski konteksnya saya bercanda dengan teman-teman semobil dengan saya. Tapi saya tahu ini berdampak besar kepada Pak Walikota. Oleh sebab itu, saya mohon maaf yang sebesarnya-besarnya. Apa yang saya lakukan berdampak besar kepada Pak Walikota Surabaya. Beliau telah mempercayakan kepada saya untuk melakukan pengunggahan konten. Sebenarnya beliau tidak terlibat langsung dalam pengunggahan konten beliau di media sosial. Oleh sebab itu, dengan penuh rasa tanggung jawab, saya memohon maaf kepada Pak Wali dan saya mengajukan permohonan pengunduran diri. Besar harapan saya Pak Walikota bisa memafkan saya meskipun akhir-akhir ini saya belum berkomunikasi dengan beliau."
Dihimpun Lintasperkoro, Choirum Hening Dzikrillah berstatus sebagai Staf Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Anak bungsu dari 3 bersaudara ini memiliki sejumlah prestasi.
Dunia komunikasi tidak asing bagi Choirum Hening Dzikrillah. Dia merupakan lulusan Ilmu Komunikasi di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya (STIKOSA).
Baca juga: Surabaya Isoplus Marathon 2025 Digelar di Surabaya
Pengalaman komunikasi terasah sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 12 Surabaya. Saat itu, dia menekuni bidang public speaking.
Karena cakap dalam komunikasi, dia kerap di mengisi acara sebagai Master of Ceremony (MC) dan moderator. Tidak itu saja. Keahlian komunikasinya semakin terasah saat menjadi pembawa acara di salah satu TV swasta dalam program jalan-jalan.
Prestasi lain ialah juara 1 dalam lomba monolog, serta jadi pembina jurnalistik di Sekolah Menengah Pertama di Surabaya. (*)
Editor : Bambang Harianto