Kazakhstan merupakan salah satu negara di Asia Tengah. Jumlah penduduknya mencapai kurang lebih 20 juta jiwa. Bagi pengusaha Indonesia khususnya Jawa Timur, Kazakhstan menjadi salah satu peluang ekspor produk-produk dari Jawa Timur.
Mengenai jenis komoditi dari Jawa Timur yang menjadi peluang ekspor ke Kazakhstan tersaji dalam pertemuan antara pengusaha Kazakhstan dengan pengusaha Jawa Timur di salah satu hotel di Surabaya. Pertemuan tersebut dihadiri Konsulat Kehormatan Kazakhstan di Surabaya, Mustofa.
Hadir pula sejumlah pengusaha di Jawa Timur, termasuk Direktur Utama PT Tata Bumi Raya yang bergerak di bidang konstruksi, yaitu Jamhadi.
Dalam pertemuan yang santai dan penuh keakraban tersebut, Jamhadi menyampaikan beberapa peluang komoditas dari Jawa Timur yang bisa diekspor ke Kazakhstan. Komoditas tersebut disebutkan Jamhadi antara lain :
1. Komoditas Pertanian dan Makanan Olahan
Komoditas pertanian dan makanan olahan merupakan kategori ekspor Indonesia yang paling dominan dan sangat dibutuhkan Kazakhstan.
- Minyak Sawit (Palm Oil) dan Turunannya: Minyak sawit adalah produk andalan Indonesia. Kazakhstan membutuhkan minyak sawit untuk industri makanan, bahan baku kosmetik, dan kebutuhan energi.
- Kopi: Kopi Indonesia, terutama jenis specialty dari berbagai daerah (seperti Mandailing, Gayo, Toraja), sangat diminati untuk memenuhi kebutuhan konsumen kelas menengah ke atas di Kazakhstan.
- Kakao dan Produk Cokelat Olahan: Permintaan untuk biji kakao dan produk turunannya (bubuk kakao, cokelat) terus meningkat untuk industri makanan lokal.
- Teh: Indonesia mengekspor berbagai jenis teh ke Kazakhstan.
- Rempah-rempah: Produk seperti vanili, pala, dan rempah organik lainnya dicari untuk industri makanan dan minuman.
- Pangan Olahan (Makanan dan Minuman): Produk makanan instan, biskuit, kembang gula, dan minuman dari Indonesia sangat populer di pasar Kazakhstan.
2. Barang Konsumsi dan Manufaktur
- Tekstil dan Produk Tekstil (TPT): Pakaian jadi, kain, dan alas kaki dari Indonesia memiliki pasar yang stabil di Kazakhstan.
- Alas Kaki (Footwear): Sepatu dan sandal buatan Indonesia memiliki daya saing yang baik.
- Furnitur: Produk mebel dan kerajinan tangan dari kayu berkualitas tinggi (misalnya jati) dicari karena desain artistik dan kualitas materialnya.
- Kosmetik dan Sabun: Permintaan untuk produk perawatan diri dan kosmetik dari Indonesia semakin meningkat.
- Peralatan Listrik dan Elektronik: Indonesia juga mengekspor komponen elektronik dan peralatan rumah tangga tertentu.
3. Sektor Jasa dan Kerja Sama Strategis
Selain komoditas, Kazakhstan juga mencari kerja sama dari Indonesia di sektor-sektor strategis:
- Logistik dan Konektivitas: Kazakhstan, sebagai negara landlocked (terkurung daratan) di Jalur Sutra, membutuhkan kerja sama logistik dan transportasi untuk menghubungkan pasar Asia Tengah dengan Asia Tenggara.
- Pariwisata: Kazakhstan tertarik untuk meningkatkan kerjasama pariwisata (people-to-people contact), termasuk menarik wisatawan dari Indonesia.
- Investasi: Ada potensi investasi Kazakhstan di sektor pertambangan dan energi di Indonesia. Sebaliknya, Indonesia juga berpeluang menawarkan investasi di Kazakhstan.
- Pengembangan Ibu Kota Baru (IKN): Kazakhstan, yang sukses memindahkan ibukotanya dari Almaty ke Astana, menjadi rujukan bagi Indonesia. Delegasi Indonesia aktif mempelajari pengalaman Kazakhstan dalam pembangunan ibukota negara.
Singkatnya, Kazakhstan melihat Indonesia sebagai sumber utama untuk produk tropis, barang konsumsi berkualitas, dan mitra strategis untuk mempererat konektivitas antar kawasan. (*)
Editor : S. Anwar