Berpikir Mundur, Cara Cerdas Merancang Strategi Pembelaan Klien

Reporter : Redaksi
Sidang di Pengadilan

Dalam dunia hukum, berpikir strategis adalah keahlian wajib bagi setiap advokat. Salah satu metode paling efektif adalah berpikir mundur (backward thinking). Apa itu Berpikir Mundur?

Berpikir mundur adalah teknik berpikir dimana kita memulai dari tujuan akhir, lalu melacak mundur langkah demi langkah untuk mengetahui apa yang harus dilakukan di setiap tahap agar tujuan itu tercapai.

Berpikir Mundur banyak digunakan dalam dunia militer, bisnis, bahkan ilmu komputer—dan sangat efektif dalam strategi pembelaan hukum.

Aplikasinya dalam Strategi Pembelaan Hukum Klien

Bayangkan Anda, Penasehat Hukum dalam kasus pidana. Klien Anda didakwa melakukan penipuan. Namun berdasarkan konstruksi fakta dan hukum, Anda meyakini bahwa kasus ini seharusnya masuk dalam ranah perdata wanprestasi.

Outcome Akhir yang Diharapkan :

“Klien Lepas dari Tuntutan Hukum (onslag van alle rechtsvervolging)”

Dengan backward thinking, Anda mulai dari putusan ideal:

Putusan yang diharapkan :

“Menyatakan perbuatan Terdakwa terbukti, namun bukan merupakan tindak pidana, melainkan perbuatan perdata. Melepaskan Terdakwa dari segala tuntutan hukum (onslag van alle rechtsvervolging).”

Lalu Anda bertanya :

Apa yang harus diyakini Hakim agar putusan Lepas (Onslag) tercapai?

Bukti apa yang relevan mendukung keyakinan Anda tersebut?

Argumen hukum mana yang harus diperkuat?

Di tahap mana harus ditekankan atau dikuatkan (eksepsi, pemeriksaan saksi, pledoi)?

Manfaat Berpikir Mundur bagi Lawyer

Fokus pada Hasil: Tidak terjebak dalam rutinitas sidang, tapi terarah pada misi akhir.

Efisien: Semua tindakan di persidangan jadi bernilai strategis.

Adaptif: Mudah menyusun plan A dan plan B karena semua alur disusun logis mundur.

Meningkatkan Keyakinan Diri: Anda tidak hanya membela klien, tapi memimpin strategi seperti komandan perang.

Berpikir mundur bukan hanya tool teknis, tapi juga pola pikir strategis yang membedakan Lawyer biasa dengan Lawyer yang visioner.

Mulailah dengan hasil yang diinginkan, lalu bangun jembatan logika dan bukti menuju ke sana. Strategi hebat dimulai dari akhir. (*)

*) Author : Arie Muhammad Haikal (Managing Partner at Hai Advocates)

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru