Karantina Jawa Timur memfasilitasi pengiriman ekspor kepiting bakau hidup (Scylla serrata) senilai 277 juta rupiah dari Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, menuju Tiongkok, pada Selasa (13/1/2026).
Pengiriman kepiting ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan para pelaku usaha perikanan di Jawa Timur untuk memenuhi tingginya permintaan pasar Negeri Tirai Bambu (julukan Tiongkok), khususnya menjelang perayaan besar di awal tahun. Kepiting bakau berasal dari Sidoarjo merupakan salah satu komoditas unggulan karena memiliki kualitas daging yang tebal dan ketahanan yang baik selama masa pengiriman udara.
Baca juga: Karantina Jawa Timur Amankan 50 Ekor Kerang Kepala Kambing Hidup
Jaminan kualitas dan kepatuhan regulasi sebelum diterbangkan, seluruh komoditas telah melalui serangkaian pemeriksaan ketat oleh Petugas Karantina Jawa Timur. Hal ini dilakukan untuk memastikan kepiting bebas dari Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK), seperti White Spot Syndrome Virus (WSSV) (Keputusan Kepala Badan Karantina Indonesia nomor 677 Tahun 2025), serta setiap pengiriman wajib mematuhi aturan ambang batas ukuran sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 7 Tahun 2024, yaitu berat minimal : 150 gram per ekor atau lebar karapas di atas 12 cm, serta tidak sedang dalam kondisi bertelur.
Kepala Karantina Jawa Timur, Hari Yuwono Adi menegaskan kontribusi ekonomi daerah dengan ekspor langsung (direct call) melalui Bandara Juanda memberikan keuntungan logistik bagi para pengusaha lokal, karena dapat menjaga kesegaran produk hingga tiba di tangan konsumen di Tiongkok.
Baca juga: 84 Ton Kulit Sapi Dimusnahkan Karantina Jawa Timur
Data menunjukkan bahwa kepiting bakau menjadi salah satu kontributor utama nilai ekspor perikanan non-udang di Jawa Timur, yang terus tumbuh stabil di tahun 2025-2026.
"Kami terus melakukan pendampingan kepada eksportir, mulai dari pemenuhan sertifikasi Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) hingga percepatan layanan digital melalui sistem Best Trust. Tujuannya agar produk perikanan kita memiliki daya saing tinggi di pasar global," ujar Kepala Karantina Jawa Timur, Hari Yuwono Adi.
Baca juga: 120 Kg Hiu Gagal Diselundupkan di Pelabuhan Ketapang
Melalui sinergi antara Pemerintah, maskapai penerbangan, dan pelaku usaha, pengiriman ini diharapkan dapat memicu semangat usaha mikro kecil menengah (UMKM) perikanan lainnya di Jawa Timur untuk merambah pasar Internasional. (*)
Editor : Redaksi