Capaian Investasi di Sidoarjo di Hari Ulang Tahunnya ke 167

Reporter : Ach. Maret S.
Realisasi investasi di kabupaten/kota Jawa Timur

Kabupaten Sidoarjo di Provinsi Jawa Timur, baru saja memasuki hari ulang tahunnya ke 167. Sejak didirikan pada tahun 1859, Sidoarjo kini menjadi salah satu kabupaten yang memiliki kekuatan ekonomi yang cukup besar.

Kabupaten Sidoarjo yang awalnya sebagai buffer zone atau zona penyangga Ibu Kota Jawa Timur, saat ini memiliki daya ekonomi yang hampir setara dengan Kota Surabaya yang selalu juara dalam hal investasi di Jawa Timur.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Berangkatkan Mudik Gratis, 28 Bus Angkut 1400 Pemudik

Nilai investasi di Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan peningkatan tiap tahunnya. Data yang diperoleh Redaksi Lintasperkoro dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sidoarjo, nilai investasi di Sidoarjo tercatat sebesar Rp 18,887 triliun (year on year), naik 10,80 persen dari tahun 2024, yang terealisasi sebesar Rp 17,046 triliun. Capaian tersebut 116,23% melebihi target renstra yang dipatok sebesar Rp12,120 triliun.

Lebih rinci dari realisasi investasi di Sidoarjo pada tahun 2025, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp 15,065 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 3,822 triliun. 

Lima negara penyumbang investasi terbesar di Kabupaten Sidoarjo ialah Hong Kong (Rp 2,229 triliun), China (Rp 625 miliar), Singapura (Rp 404 miliar), Jepang (Rp 161 miliar), dan Belanda (Rp 85 miliar).

Untuk sektor terbesar yang berkontribusi dalam capaian investasi di Sidoarjo meliputi sektor Industri kimia dan farmasi (Rp 2,993 triliun), Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya (Rp 2,768 triliun), Industri kertas dan percetakan (Rp 2,364 triliun), sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi (Rp 2,084 triliun), dan sektor Industri makanan (Rp 1,843 triliun).

Secara runtut, realisasi investasi di Kabupaten Sidoarjo sejak tahun 2020 sampai 2025, sebagai berikut :

Tahun 2020

Target: Rp 8.648.955.500.000 

Realisasi: Rp 7.037.752.693.895 

- PMA: Rp 1.391.921.280.000 

- PMDN: Rp 5.645.831.413.895,

Tahun 2021

Target: Rp 7.037.752.693.895 

Realisasi : Rp 9.773.158.275.830 

- PMA: Rp 5.330.307.480.000 

- PMDN: Rp 4.442.850.795.830

Tahun 2022

Target: Rp 7.108.130.220.834 

Realisasi : Rp 14.086.231.612.109,5

- PMA: Rp 4.919.786.712.109,5 

- PMDN: Rp 9.166.444.900.000

Baca juga: Kekurangan Volume Empat Paket Pekerjaan di Dinas Dinas PUBM dan SDA Sidoarjo

Tahun 2023

Target: Rp 7.179.211.521.000 

Realisasi : Rp 13.681.823.120.000

- PMA: Rp 1.351.305.120.000 

- PMDN: Rp 12.330.518.000.000

Tahun 2024

Target: Rp 12.000.000.000.000 

Realisasi: Rp 17.046.441.000.000.

- PMA: Rp 4.951.414.500.000 

- PMDN Rp 12.095.026.500.000

Peningkatan investasi di Sidoarjo tidak hanya datang dari perusahaan besar. Sampai triwulan 3 tahun 2025, perusahaan mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Sidoarjo juga mencatatkan kinerja yang positif.

Baca juga: Pemakaian Kartu Flazz untuk Belanja BBM di Pemkab Sidoarjo Muncul Masalah

Dilansir dari Online Single Submission (OSS) atau Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, sampai triwulan 3 tahun 2025, penerbitan usaha mikro di Kabupaten Sidoarjo tercatat sebanyak 31.795 proyek, dengan nilai Rp 1,22 triliun dan menyerap 74.603 tenaga kerja..

Masih dari sumber data yang sama di OSS, jumlah penerbitan usaha kecil di Sidoarjo selama triwulan 3 sebanyak 654 proyek yang menyerap 6.082 tenaga kerja. Nilanya mencapai Rp 1,02 triliun. Sementara untuk Usaha Menengah sebanyak 32.449 proyek, dengan modal Rp 2.236.025.484.308. Tenaga yang diserah sebanyak 80.685 orang.

Walaupun nilai realisasi investasi di Sidoarjo mengalami kenaikan selama tahun 2025, tapi Sidoarjo masih diperingkat 3 dari capaian realisasi investasi di Jawa Timur, yang terealisasi sebesar Rp 105.095.519.884.544 dengan menyerap 204.796 tenaga kerja. 

Sidoarjo berperan 13,4% terhadap investasi di Jawa Timur. Masih kalah dengan Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya. Kabupaten Gresik berada di peringkat pertama dengan realisasi investasi sebesar Rp 23,0 triliun, berperan 21,9 % terhadap investasi di Jawa Timur. Disusul di peringkat kedua ialah Kota Surabaya, dengan realisasi investasi sebsar Rp. 22,8 triliun (21,7 %). 

Di bawah Sidoarjo ada Kabupaten Pasuruan dengan realisasi investasi sebesar Rp. 11,0 trilun (10,5 %). Lalu diperingkat 5 ialah Kabupaten Malang sebesar Rp 3,9 triliun (3,7 %).

Faktor penopang moncernya nilai investasi di Sidoarjo ialah salah satunya didukung dengan hadirnya New Asia International, yakni perusahaan asal Hong Kong yang memiliki kontribusi terhadap investasi di Sidoarjo sebesar 37,9%. Selain itu, infrastruktur Sidoarjo yang ditopang dengan jaringan jalan tol serta transportasi multi moda yang memudahkan jalur logistik. 

Sidoarjo juga memiliki 5 kawasan industri dan lebih dari 60 kawasan pergudangan, sehingga menjadi rumah bagi berbagai sektor usaha, mulai dari manufaktur makanan minuman, tekstil, otomotif, hingga industri berbasis teknologi. Iklim usaha yang kondusif membuat sektor industri di Sidoarjo terus tumbuh dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga menghadirkan pelayanan investasi yang cepat, mudah, dan transparan melalui mal pelayanan public, OSS RBA, serta dukungan pendampingan usaha investor untuk mendapatkan kepastian regulasi dan proses yang lebih singkat.

Meski demikian, peningkatan investasi tidak diiringi dengan terbukanya lapangan kerja. Tercatat sampai Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sidoarjo tertinggi se-Jawa Timur, yakni 5,75%, disusul Kota Malang (5,69%), Kabupaten Gresik (5,47%), dan Kabupaten Malang (5,00%). 

TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. Angkatan Kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja, dan penggangguran. 

Secara year on year, Tingkat Pengangguran Terbuka di Sidoarjo sampai Agustus 2025 mengalami penurun dibandingkan tahun 2024, yang berada di angka 6,49%. (*)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru