Jejak Pelaku Kencing Truk BBM Pertamina di Wilayah Tanjung Perak Surabaya

avatar Mahmud
  • URL berhasil dicopy
Lokasi ngetap atau kencing truk BBM subsidi Pertamina di Jalan Prapat Kurung Selatan
Lokasi ngetap atau kencing truk BBM subsidi Pertamina di Jalan Prapat Kurung Selatan
grosir-buah-surabaya

Dugaan perilaku “kencing” atau ngetap bahan bakar minyak (BBM) subsidi dari truk Pertamina Patra Niaga terjadi di wilayah Tanjung Perak, Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Prapat Kurung Selatan, dekat dengan Depo Pertamina. Diduga, dugaan penyalahgunaan BBM tersebut melibatkan oknum Sopir dan pihak luar.

Sumber informasi yang didapat Lintasperkoro, aksi kencing BBM dari truk Pertamina yang disedot ke jerigen dilakukan di sore hari dan pagi hari. Pada sore hari, para pelaku beraksi mulai jam 19.00 WIB sampai jam 20.00 WIB. Kemudian jeda. Lalu beraksi lagi pada jam 21.00 WIB sampai jam 22.00 WIB.

Pagi harinya, para pelaku menjalankan aksi “kencing” BBM Pertamina pada jam 04.00 sampai jam 06.00 WIB. Setelah sejumlah jerigen penuh dengan BBM hasil kencing dari truk, pelaku menyimpan jerigen berisi BBM subsidi di gubuk dekat dengan tembok pos Depo Pertamina. 

Aksi kencing BBM subsidi dari truk Pertamina ini disebut telah berlangsung lama dan tidak ada penindakan hukum dari Polisi ataupun pihak Pertamina. Diduga, ada keterlibatan sejumlah pihak dan oknum dalam perilaku lancung tersebut.

“Tidak ada upaya hukum yang diambil oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Padahal, kencing BBM subsidi itu dilakukan di tepi jalan dan bisa dilihat banyak orang,” ujar narasumber Lintasperkoro pada Senin, 2 Februari 2026. 

cctv-mojokerto-liem

Lemahnya pengawasan terhadap penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah Tanjung Perak tersebut diduga ada peran dari oknum. Tak ayal, pelaku kencing BBM subsidi tersebut leluasa menjalankan aksinya ilegalnya.

“Ini namanya sindikat penyalahguaan BBM subsidi. Negara nombok terus untuk subsidi, sementara BBM yang disubsidi Pemerintah disalahgunakan. Yang untung segelintir orang. Yang susah masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM subsidi karena seringkali stok habis,” katanya.

Harapannya, pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bisa menindaklanjuti informasi masyarakat dengan melakukan penyelidikan. Begitupun dengan Polda Jawa Timur.

“Kami cuma bisa menyampaikan informasi. Tindaklanjutnya ada di tangan Polres Tanjung Perak dan Ditreskrimsus Polda Jatim,” ujar narasumber Lintasperkoro yang tidak mau disebutkan identitasnya. (*)