Rusia memperkuat posisinya di pasar pupuk global pada tahun 2025, dengan ekspor urea meningkat 11�ri tahun ke tahun menjadi 10,8 juta ton, menurut data dari Metals & Mining Intelligence (MMI), yang diulas oleh Vedomosti.
Dinamika ekspor urea sangat kuat pada kuartal pertama, ketika pengiriman mencapai 2,9 juta ton (+12% YoY), sementara volume kuartal keempat mencapai 2,8 juta ton (+8% YoY). Ke depan, para ahli industri memperkirakan produksi dan ekspor urea akan terus meningkat pada tahun 2026, didukung oleh permintaan global yang tangguh.
Baca juga: Rusia Jadi Pemimpin Pasar Pupuk Global
Apa yang mendorong pertumbuhan ini? Peningkatan impor dari Amerika Serikat, India, dan Turki merupakan kontributor utama, menurut Maxim Bratchikov, Kepala Pasar Pupuk di MMI.
Pada saat yang sama, permintaan domestik menurun sebesar 13% menjadi 700.000 ton, sehingga membebaskan volume tambahan untuk pasar ekspor.
Tren pasar pupuk yang lebih luas
- Total ekspor pupuk dari Rusia naik 11% YoY (year on year) menjadi 45,8 juta ton.
- Produksi meningkat sebesar 3% menjadi 65,4 juta ton.
Baca juga: Pangsa Rusia dalam Ekspor Pupuk Nitrogen ke Amerika Serikat Naik
- Konsumsi domestik turun sebesar 2% menjadi 5,8 juta ton
Prospek untuk tahun 2026
Perkiraan tetap optimis: Dmitry Baranov dari Finam Management memperkirakan ekspor urea akan mencapai 11,5–11,8 juta ton (+6–9%).
Sergey Suverov dari Aricapital Management Company memproyeksikan produksi dapat tumbuh hingga 12 juta ton (+4%).
Baca juga: Muatan Ekspor Pupuk di Jaringan Kereta Api Rusia Meningkat
Yang penting, para ahli percaya bahwa kuota ekspor pupuk nitrogen Rusia saat ini tidak akan membatasi pertumbuhan. Dengan permintaan domestik yang tetap rendah, kuota dapat disesuaikan ke atas.
Pemerintah Rusia telah memperpanjang mekanisme kuota ekspor, menetapkan kuota pupuk nitrogen sekitar 10,6 juta ton untuk periode Desember 2025 – Mei 2026.
Intinya: Sektor urea Rusia memasuki tahun 2026 dengan fundamental yang kuat—permintaan global yang stabil, kapasitas ekspor yang berkembang, dan fleksibilitas regulasi yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan. (*)
Editor : S. Anwar