Satgas Koops Swasembada Musnahkan Senjata Api Sitaan Asal OPM
Satuan Tugas Tentara Nasional Indonesia (Satgas TNI) Koops Swasembada memusnahkan sejumlah senjata api jenis laras panjang dan pistol, yang disita dari tangan milisi Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan simpatisannya, pada Selasa (17/02/2026). Penghancuran senjata dengan grinda cut off itu dipimpin langsung Pangkoops Swasembada, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, bersama jajarannya.
Pemusnahan yang dilakukan di Markas Koops Swasembada, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, itu merupakan pengumpulan hasil operasi, baik secara paksa maupun penyerahan sukarela, yang dilakukan aparat militer dalam kurun beberapa bulan belakangan.
Senjata yang dilenyapkan itu merupakan produk pabrikan dan rakitan. Selain senjata, turut dimusnahkan barang bukti lain berupa ratusan munisi, yang juga disita dari berbagai penindakan maupun pola pendekatan sosial.
"Pemusnahan barang bukti ini bukan sekedar acara simbolis, melainkan bentuk pertanggungjawaban kepada bangsa dan negara serta rakyat Indonesia," tegas Mayjen TNI Novi Rubadi, sebagaimana dikutip koresponden dalam siaran pers yang dirilis Penerangan Satgas Koops Swasembada, Letda Inf Iqbal Fausan, pada Rabu (18/02/2026).
Keberhasilan itu, tambah Novi Rubadi, sebagai petunjuk strategi teritorial yang mengedepankan model dialogis, pembinaan dan pendekatan humanis berjalan seiring dengan langkah tegas hukum.
Menurutnya, langkah tindakan tegas diambil Koops Swasembada dengan melumpuhkan Pangkodap XV-Ngalum Kupel, Lamek Alipky Taplo, beberapa waktu lalu. Disisi lain, pendekatan persuasif membuahkan hasil kembalinya 17 anggota OPM kepada nusa dan bangsa.
Capaian tersebut, nilainya, sebagai loyalitas Koops Swasembada yang selalu hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan di wilayah perbatasan, hingga menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia.
"Semua ini menjadi bukti komitmen kami yang senantiasa siap menjaga keamanan Papua. Penindakan terhadap anggota OPM bukan satu-satunya cara yang kami tempuh. Melainkan, ruang dialog juga terus kami buka bagi saudara-saudara yang ingin kembali ke pangkuan NKRI," tegas Novi Rubadi lagi. (fin)
Editor : Bambang Harianto