Ayik Suhaya selaku Wakil Gubenur (Wagub) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIRA Jatim (Jawa Timur) bersama tokoh masyarakat Kota Pasuruan memberikan rapor merah kepada Adi Wibowo dan M Nawawi selama menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pasuruan selama setahun. Kebijakan dan programnya bersifat represif, tidak berpihak kepada rakyat atau masyarakat Kota Pasuruan.
Dalam catatan kritisnya, Ayik Suhaya menilai, kebijakan dan pendekatan di sektor sumber daya alam dan lingkungan pada satu tahun pasangan Walikota dan Wakil Walikota Pasuruan dinilai membutuhkan evaluasi. Mirisnya lagi, disektor pembangunan sangat minim.
Baca juga: Purwanto Wafat, Aktivis di Gresik yang Pernah di LIRA Jatim dan Sekjen LSM LEDAK
"Selama setahun ini minim pembangunan. Sehingga masyarakat Pasuruan memberikan angka tiga (sangat jelek sekali)," kata Ayik Suhaya pada Kamis (19/2/2026).
Dalam salah satu janji kampanyenya, Adi Wibowo dan M Nawawi menyampaikan bahwa program kerja untuk Kota Pasuruan lebih baik. Namun janji tinggal janji. Bampir setahun lebih, Kota Pasuruan tidak tersentuh pembangunan.
Ayik Suhaya pun menantang Walikota dan Wakil Walikota Pasuruan untuk debat publik dengan by data.
"Saya sempat ngomong ke Pak Walikota Pasuruan untuk melakukan debat publik dan adu data," ajak Ayik Suhaya.
Rasa kecewa yang sama juga diungkapkan Ridho selaku tokoh masyarakah Kota Pasuruan saat diskusi ringan melihat situasi perkembangan Kota Pasuruan yang dipimpin Adi Wibowo dan M Nawawi selama setahun. Menurut Ridho, perkembangan Kota Pasuruan nihil semenjak dipimpin pasangan Adi Wibowo dan M Nawawi.
Baca juga: LIRA Jawa Timur Geruduk PTUN Surabaya
"Hampir tidak ada pembangunan. Kalau pun ada hanya pekerjaan kecil," ujar Ridho heran.
Sisi lain, H Hanafi menyoroti pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soedarsono yang dinilai buruk. Tokoh Masyarakat asal Mandaran Kota Pasuruan tersebut menyebut pernah berobat di rumah sakit plat merah tersebut.
"Belum diperiksa petugas medis langsung menanyakan umum atau BPJS. Saya kaget, dengan kondisi sakit saya jawab sak enakmu," ucap dia.
Baca juga: Muncul Gerakan Mosi Tidak Percaya Terhadap Gubernur DPW LIRA Jawa Timur
Ia menyayangkan sikap petugas medis di RSUD dr Soedarsono khususnya di bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD). Seolah-olah hanya pasien kaya yang boleh berobat sedangkan pasien miskin atau kurang mampu tidak.
"Pemkot Pasuruan harus segera melakukan evaluasi pelayanan di RSUD dr Soedarsono. Jika dibiarkan, nasib pasien kurang mampu terkena imbasnya," tambahnya.
Mereka berharap, Pemkot Pasuruan peduli kondisi masyarakat kurang mampu serta gencar melakukan pembangunan, fokus pada peningkatan infrastruktur berkelanjutan, mitigasi bencana dan peningkatan pelayanan publik. (dik)
Editor : Redaksi