Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia telah membuka rekening resmi donasi. Keputusan tersebut sebagai tindaklanjuti permintaan dari masyarakat Indonesia untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Iran.
"Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi individu, institusi, maupun organisasi yang ingin menunjukkan solidaritas dan dukungan nyata kepada masyarakat Iran," tulis pengumuman resmi dari Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia.
Baca juga: Israel Hancurkan Gedung Universitas Sains dan Teknologi Iran
Seluruh donasi yang diterima akan digunakan untuk mendukung upaya rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah-wilayah yang terdampak.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian, empati, dan solidaritas yang tulus dari masyarakat Indonesia.
Setiap kontribusi adalah simbol persaudaraan dan nilai kemanusiaan yang luhur.
Informasi rekening resmi :
Baca juga: Skandal Amerika Serikat dan Arab Saudi
Bank: BRI
Nama rekening: Embassy of the Islamic Republic of Iran
Nomor rekening: 020601002438302
Serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran menyebabkan ribuan warga Iran tewas. Tidak itu saja. Sebulan perang berlangsung, infrastruktur Iran banyak yang rusak setelah dibom udara oleh Israel dan Amerika Serikat.
Pada Kamis (2/4/2026), Amerika Serikat dan Israel telah menyerang salah satu fasilitas infrastruktur utama Iran - jembatan B1, yang menghubungkan Teheran dengan wilayah barat negara itu.
Baca juga: Kematian Nuriel Dubin, Ternyata Tentara Israel Bukan Sipil
Disebutkan bahwa jembatan tersebut, yang dibuka awal tahun 2026 ini, dianggap sebagai jembatan tertinggi di Timur Tengah. Dilaporkan juga bahwa ada korban jiwa akibat serangan tersebut.
Amerika Serikat membom sebuah universitas kedokteran gigi di Kermanshah, Iran barat, sebagai upaya untuk memerangi program nuklir dan rudal Iran. Pabrik juga tidak luput dari serangan Israel dan Amerika Serikat.
Dilaporkan bahwa pabrik baja Iran Mobarakeh Steel Complex juga dibombardir Israel dan Amerika Serikat lewat serangan udara. (*)
Editor : Redaksi