Pelebaran Jalan Bringkang Menganti Ditemukan Kerugian Negara Ratusan Juta

Reporter : Redaksi
Proyek pelebaran jalan Bringkang – Menganti di Kecamatan Menganti, Gresik

Pekerjaan pelebaran jalan Bringkang – Menganti di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, telah rampung sejak tahun 2024. Pelaksana pekerjaan dengan nilai pagu paket sebesar Rp 15.000.400.000 tersebut ialah PT Liman Jaya Trans Mix, berlamat di Jalan Raya Bromo KM 32, Desa Pasrepan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.

PT Liman Jaya Trans Mix jadi Pelaksana Pekerjaan pelebaran jalan Bringkang – Menganti setelah menang tender dengan penawaran harga sebesar Rp 12.000.242.112,11. Sebagai konsultan ialah CV Cakra Nenggala Konsultan KSO PT MCE.

Baca juga: Proyek Pembangunan Jembatan Bringkang di Kabupaten Gresik Tabrak Undang Undang dan Perpres

Meski telah rampung dan sudah dibuatkan berita acara serah terima pekerjaan antara PT Liman Jaya Trans Mix dengan Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (PUTR) Gresik selaku Satuan Kerja (Satker) dalam pekerjaan tersebut, dalam pemerikaan ditemukan kerugian negara. Nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Pemeriksaan dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Timur. Temuan dari hasil pemeriksaan BPK Jawa Timur, kerugian negara dalam paket pekerjaan pelebaran jalan Bringkang – Menganti sebesar Rp 388.288.225,72. 

Kerugian tersebut timbul dari beberapa item pekerjaan yang volumenya dikurangi oleh PT Liman Jaya Trans Mix. Sebut saja pengadaan dan penanaman pohon Tabebuya di sekitar Bringkang – Menganti.

Baca juga: Jalur Alternatif Saat Penutupan Jalan Raya Bringkang Dampak Pembangunan Jembatan

Dalam rencana anggaran biaya (RAB), pohon Tabebuya yang ditanam seharusnya sebanyak 910 pohon. Harga 1 pohon Tabebuya sebesar Rp 150.000, dengan total biaya Rp 136.500.000. Namun, volume pengadaan pohon tabebuya tersebut dikurang oleh PT Liman Jaya Trans Mix menjadi 896 pohon dengan total 134.400.000. Akibatnya, terdapat kekurangan volume dengan nilai Rp 2,1 juta.

PT Liman Jaya Trans Mix juga mengurangi volume pekerjaan lapis pondasi aggregate A. Volume yang tercantum dalam RAM sebanyak 8.810,07 dengan harga satuan Rp 239.641,61, dan total 2.111.259.359,01. Tapi volume yang dikerjakan hanya 8.765,07 dengan total pengadaan Rp 2.100.475.486,56. Dalam pekerjaan ini, BPK Jawa Timur menemukan kekurangan volume sebesar Rp 10.783.872,45.

Pada item perkerasan aspal juga ditemukan kekurangan volume yang cukup besar. Sehingga total keseluruhan volume yang kurang sebesar Rp 388.288.225,72. 

Dampak dari pengurangan volume pada pekerjaan pelebaran jalan Bringkang – Menganti ialah kualitas jalan. Sebagaimana diketahui, jalan Bringkang – Menganti pernah ambrol pada Sabtu (31/05/2025). (*)

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru