Warga Kabupaten Bangkalan diteror oleh pocong yang membawa senjata tajam jenis clurit. Aksi pocong tersebut terekam kamera pengawas closed circuit television (CCTV) di salah satu rumah warga di Desa Bulukagung, Kecamatan Klampis, Bangkalan, pada Senin dini hari, 1 Juni 2026.
Polres Bangkalan yang mendapatkan informasi pocong yang membawa clurit tersebut kemudian melakukan penyelidikan. Tidak butuh waktu lama, Polres Bangkalan bersama Aparat Desa mengungkap pelaku pocong yang meneror warga tersebut. Kemudian pelaku dan sejumlah pemuda diamankan aparat Polres Bangkalan.
Baca juga: Polres Bangkalan Tetapkan 5 Orang Tersangka Penyalahgunaan BBM Subsidi
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama mengatakan, jika aksi mereka yang memakai kain putih menyerupai pocong ternyata murni bermotif demi konten belaka.
Tidak hanya mengenakan kostum yang menyeramkan seperti pocong, pelaku juga tampak membawa senjata tajam jenis clurit. Aksi yang dinilai membahayakan serta mengganggu keamanan dan kenyamanan ini langsung memicu kekhawatiran mendalam bagi warga Bangkalan.
"Teror pocong itu ulah beberapa pemuda yang iseng membuat konten. Kejadian itu menjadi viral, sehingga menimbulkan keresahan," ungkap Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, pada Kamis pagi (4/6/2026).
Total remaja yang diamankan Polres Bangkalan yang terlibat dalam pembuatan konten video pocong yang meresahkan warga sebanyak 7 orang. Mereka dibawa ke Polres Bangkalan untuk pemeriksaan.
Baca juga: Terungkap di Sidang, Tambang Ilegal di Bangkalan Beromzet Besar
"Anggota Polsek yang di-backup polres langsung mendatangi lokasi dan mengumpulkan tokoh masyarakat untuk mengamankan para pemuda yang membuat konten tersebut," lanjut Ipda Agung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Polres Bangkalan, para pelaku mengakui aksi menakut-nakuti tersebut sama sekali bukan teror nyata, melainkan hanya dibuat demi kebutuhan konten media sosial. Para pemuda tersebut kemudian diminta untuk melakukan klarifikasi secara terbuka guna menepis isu teror pocong yang sempat beredar.
"Bahwasanya isu teror pocong di Bangkalan itu tidak pernah ada," tegas Ipda Agung Intama.
Baca juga: Diduga Ada Dalang di Balik Laporan Hofifah ke Anam di Polres Bangkalan
Setelah diamankan, 7 pemuda tersebut diberikan pembinaan oleh pihak Polres Bangkalan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. Kasi Humas Polres Bangkalan mengimbau masyarakat Bangkalan agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu meresahkan yang tersebar di media sosial.
"Kami berharap ketenangan dan kenyamanan masyarakat Bangkalan tetap kondusif. Isu adanya teror pocong di Bangkalan itu tidak benar adanya," tutup Ipda Agung Intama. (*)
Editor : Redaksi