Kabupaten Gresik bukan hanya kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga memiliki sederet tokoh yang turut menorehkan perjuangan bagi bangsa dan negara. Semangat, keberanian, dan pengabdian para pahlawan asal Gresik menjadi warisan berharga yang patut kita kenang dan teladani.
Yuk, kenali lebih dekat 5 tokoh pahlawan kemerdekaan asal Gresik dan simak kisah perjuangan mereka.
Baca juga: Arti Penting Peringatan Hari Pahlawan Bagi Pj Bupati Bangkalan
Moh Oesman
Moh Oesman, atau yang lebih dikenal dengan nama Usman Sadar, adalah tokoh asal Gresik yang memberikan sumbangsih besar terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan anggota Laskar Sabilillah. Usman gugur di medan perang akibat tertembak saat mencoba memasukkan granat ke dalam tank pada agresi militer Belanda di Gresik.
Makamnya terletak di Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. Sebagai pahlawan revolusi, namanya juga diabadikan sebagai nama jalan di Kota Gresik.
Kapten Darmo Sugondo
Tokoh militer asal Gresik yang turut berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. la dikenal sebagai salah satu pejuang yang gigih dalam melawan pasukan Belanda di wilayah Gresik dan sekitarnya pada masa Agresi Militer Belanda.
Sebagai perwira Tentara Nasional Indonesai (TNI), Kapten Darmo Sugondo memimpin pasukan lokal untuk melakukan perlawanan dan mempertahankan wilayah strategis di Jawa Timur. la dikenal memiliki strategi gerilya yang cerdas dan mampu memotivasi rakyat untuk terlibat dalam perjuangan fisik melawan Belanda.
Makam Darmo terletak di Makam Pahlawan, Kalibata Jakarta. Karena jasanya, nama Darmo dijadikan nama jalan dibeberapa kota antara lain: Gresik, Mojokerto, dan Sumatra Selatan.
Baca juga: Panglima TNI Hadiri Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional
Harun Thohir
Harun Thohir, atau Harun Said, adalah pahlawan asal Gresik yang merupakan anggota KKO Angkatan Laut Indonesia, cikal bakal Marinir. Pada tahun 1960-an, ia terlibat dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia, dengan tugas melakukan infiltrasi di Singapura. Bersama rekannya, Usman Janatin, ia meledakkan MacDonald House di Singapura sebagai bagian dari operasi militer.
Mereka tertangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1968. Mereka kemudian diangkat sebagai pahlawan nasional. Nama Harun Thohir kini diabadikan dalam kapal perang KRI Usman-Harun dan nama bandara di Pulau Bawean sebagai penghormatan atas pengorbanannya.
Kapten Dulasim
Kapten Dulasim adalah pejuang kemerdekaan asal Gresik yang berperan penting dalam melawan penjajahan Belanda pada masa Agresi Militer IL Sebagai komandan, ia memimpin pasukan lokal dengan strategi gerilya untuk menghambat pergerakan pasukan Belanda.
Baca juga: Panglima TNI Hadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan dan Tabur Bunga di TMP Kalibata
Dulasim juga menggerakkan masyarakat setempat untuk ikut berjuang demi kemerdekaan. Keberanian dan dedikasinya menjadikannya salah satu pahlawan yang dihormati di Gresik.
Makam Kapten Dulasim terletak di Taman Makam Pahlawan dan namanya juga diabadikan sebagai nama jalan di Kota Gresik.
Akim dan Kayat
Akim dan Kayat adalah pejuang kemerdekaan asal Gresik yang berperan penting dalam melawan Belanda melalui strategi gerilya setelah Proklamasi 1945. Mereka memimpin perlawanan rakyat Gresik untuk mempertahankan wilayah dari serangan kolonial. Keduanya dikenang sebagai pahlawan lokal yang gagah berani. (*)
Editor : S. Anwar