Australia Makin Minati Air Kelapa Asal Bintan

Reporter : Redaksi
Pemeriksaan fisik hingga kesehatan air kelapa

Kelapa dan produk olahan kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan ekspor dari Indonesia, salah satunya adalah air kelapa. Air kelapa organik yang diproduksi oleh BOF di Bintan semakin diminati konsumen di Australia. Karantina Kepulauan Riau (Kepri) melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Tanjung Uban fasilitasi ekspor air kelapa sebanyak 18 ton ke Australia pada Rabu (21/02/2024).

Pejabat karantina melakukan serangkaian pemeriksaan administrasi, pemeriksaan fisik hingga kesehatan, sebelum melakukan sertifikasi terhadap komoditas ekspor tersebut. Sertifikasi karantina merupakan jaminan keberterimaan produk yang diekspor dan sebagai persyaratan yang harus dipenuhi di negara tujuan.

Baca juga: Daftar Pejabat Struktural Badan Karantina Indonesia

"Karantina telah melakukan pemeriksaan kesesuaian dan kesehatan terhadap produk yang diekspor. Phythosanitary Certificate digital dapat diunduh secara online setelah ini," ujar Ilham, pejabat karantina yang bertugas di Tanjung Uban.

Sesuai data pada sistem IQFAST, Karantina Kepri melalui Satpel Tanjung Uban hingga Februari 2024, tercatat 8 kali kegiatan ekspor air kelapa tujuan Australia dengan volume 230,4 ton. Kegiatan ini meningkat 100 % dibandingkan periode yang sama di tahun 2023 untuk tujuan ekspor ke Australia.

Baca juga: Pasar Tiongkok Kian Terbuka untuk Produk Tepung Ikan dan Minyak Ikan Indonesia

"Selain air kelapa, dari Pelabuhan Bandar Seri Udana juga ada ekspor santan kelapa dan kelapa parut kering. Semua adalah produksi dari BOF," terang Ilham.

Komitmen Badan Karantina Indonesia (Barantin) terhadap layanan sertifikasi komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan semakin baik, mudah, dan cepat. Wujud komitmen tersebut ditunjukkan dengan digitalisasi layanan perkarantinaan, mulai dari pengajuan permohonan pemeriksaan karantina, pembayaran PNBP langsung ke kas negara, hingga penerbitan sertifikat digital.

Baca juga: Badan Karantina Indonesia Mengajukan Anggaran Rp 2,1 Triliun ke DPR RI

Secara terpisah, Kepala Karantina Kepri Herwintarti menyampaikan, "Layanan digital karantina merupakan wujud transparansi karantina, sehingga kinerja karantina dapat dipantau dengan mudah. Selain pencegahan masuk dan keluarnya hama penyakit, arantina juga fasilitasi ekspor dengan sertifikasi." (eka)

Editor : S. Anwar

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru