Pasar Tiongkok Kian Terbuka untuk Produk Tepung Ikan dan Minyak Ikan Indonesia

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Pabrik tepung ikan
Pabrik tepung ikan
grosir-buah-surabaya

Deputi Bidang Karantina Ikan, Badan Karantina Indonesia (Barantin) Bersama General Administration of Customs of People’s Republic of China (GACC) telah menyelesaikan kegiatan on-site assessment terhadap empat perusahaan tepung ikan dan minyak ikan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pemenuhan persyaratan teknis, jaminan mutu, serta keamanan dari produk tepung ikan dan minyak ikan Indonesia agar dapat terus memenuhi standar ketat yang diberlakukan oleh Tiongkok.

Assessment dilaksanakan melalui kunjungan langsung ke fasilitas produksi, audit dokumen, serta verifikasi penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan produk serta laboratorium Badan Karantina Indonesia yang berada di Kawasan Puspa Agro di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perusahaan tepung ikan dan minyak ikan Indonesia telah berupaya memenuhi standar internasional dan standar yang ditetapkan oleh GACC melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), higienitas dan sanitasi serta Cara Karantina Ikan yang Baik/Good Quarantine Practices (CKIB).

Selain itu, GACC mengakui sistem inspeksi, monitoring dan surveilans yang dilakukan oleh Barantin selaku otoritas kompeten sudah tepat dilakukan untuk menjamin ikan dan produk ikan Indonesia dapat diekspor ke Tiongkok. Sejumlah rekomendasi teknis juga diberikan sebagai bagian dari upaya peningkatan berkelanjutan.

Deputi Karantina Ikan, Drama Panca Putra menyampaikan apresiasi kepada tim expert GACC yang diketuai oleh Wang Chunxia atas kerja sama erat antara Indonesia dan Tiongkok dalam mendukung kelancaran perdagangan produk perikanan.

cctv-mojokerto-liem

“Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa produk tepung ikan dan minyak ikan Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar global, tetapi juga tetap mengutamakan aspek mutu dan keamanan produk, biosecurity, ketertelusuran serta keberlanjutan,” ujarnya.

Dengan selesainya assessment ini, diharapkan akses pasar tepung ikan dan minyak ikan Indonesia ke Tiongkok semakin terbuka, sehingga dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok utama produk perikanan dunia. Badan Karantina Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku usaha dalam meningkatkan standar produksi, sekaligus memperluas peluang ekspor ke berbagai negara tujuan. (*)