Di balik pesatnya perkembangan ekosistem digital tanah air, ada sosok perempuan inspiratif yang memilih jalan sunyi untuk memajukan pendidikan bangsa. Ia adalah Alamanda Shantika. Sebelum dikenal luas sebagai pendiri Binar Academy—sekolah pemrograman gratis untuk anak-anak muda—perempuan kelahiran 12 Mei 1988 ini merupakan salah satu otak di balik kesuksesan awal Gojek dengan menjabat sebagai Wakil Presiden Produk (VP of Product).
Namun, jauh sebelum ia meraih kesuksesan di pucuk pimpinan startup raksasa tersebut, kehidupan Alamanda sempat diterpa badai yang sangat berat.
Baca juga: Driver Ojek Online Bayar Rp 3 Juta untuk Jadi Anggota di Terminal Bungurasih
Sejak usia 14 tahun, Ala sudah jatuh cinta pada dunia matematika dan coding. Sayangnya, mimpi besarnya untuk langsung melanjutkan pendidikan tinggi sempat hancur seketika. Sesaat sebelum ia memulai kuliah, sang ayah terserang stroke hingga membuat perekonomian keluarganya goyah. Di titik kritis tersebut, Alamanda sempat merasa putus asa.
Baca juga: Analisa Bisnis Merger Grab dan Gojek
Alih-alih menyerah pada keadaan, badai itu justru menjadi pemantik kekuatannya. Berbekal keahlian coding yang ia pelajari secara otodidak sejak remaja, Alamanda mulai membanting tulang bekerja lepas mendesain website demi menyambung hidup dan membiayai pengobatan sang ayah. Kegigihan luar biasa ini tidak hanya menyelamatkan keluarganya, tetapi juga mengantarkannya lulus dari Universitas Bina Nusantara (Binus) hingga akhirnya dipercaya memimpin divisi produk di Gojek.
Setelah ikut membawa Gojek ke puncak kesuksesan, panggilan jiwanya di dunia pendidikan memanggil kembali. Pada tahun 2017, Alamanda mengambil keputusan berani dengan melepas jabatan menterengnya di Gojek demi mendirikan Binar Academy. Lewat akademi ini, ia membagikan ilmu pemrograman secara gratis dengan fokus membangun karakter dan pola pikir adaptif bagi talenta-talenta digital masa depan Indonesia.
Baca juga: Dicari Mobil Panther Nomor AE 1967 NT yang Tabrak Lari di Jalan Raya Waru
Kini, komitmen tulusnya diakui dunia. Alamanda terpilih sebagai salah satu dari 144 CEO Wanita global yang memimpin Global EdTech Startup versi HolonIQ dan dipercaya menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Blue Bird Tbk serta PT Mandiri Capital Indonesia. Kisah hidup Alamanda Shantika membuktikan bahwa titik terendah dalam hidup bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah anak tangga menuju kesuksesan yang bermanfaat bagi sesama. (*)
Editor : Bambang Harianto