Setiap kali kalian ke Puskesmas terdekat, jarang ada yang tanya siapa yang pertama kali merancang sistem itu. Jawabannya, seorang dokter dari Ambon bernama Johannes Leimena.
Lahir 6 Maret 1905 di Ambon. Lulus dokter dari STOVIA, sekolah kedokteran zaman Belanda, tahun 1930. Sebelum jadi menteri, ia sempat terlibat di Kongres Pemuda 1928, kongres yang melahirkan Sumpah Pemuda.
Baca juga: Opu Daeng Risadju, Disiksa Kolonial Belanda hingga Tuli
Tahun 1951, saat bertugas di RS Zending Bandung, Johannes Leimena merancang konsep yang belakangan dikenal sebagai Bandung Plan, sistem layanan kesehatan berjenjang dari tingkat kecamatan. Konsep ini yang jadi cikal bakal Puskesmas yang sekarang ada di hampir tiap kecamatan di Indonesia.
Baca juga: KH Ahmad Rifai Berani Menantang Belanda dengan Ilmu dan Pena
Sepanjang kariernya, Johannes Leimena delapan periode dipercaya sebagai Menteri Kesehatan antara 1947 dan 1956, dengan jeda di tahun 1953 sampai 1955. Total, ia memegang jabatan menteri selama 21 tahun tanpa putus, lintas kabinet dan lintas rezim politik yang waktu itu sering berganti cepat.
Yang jarang dibahas justru bukan jabatannya, tapi caranya bertahan. 21 tahun tanpa putus di tengah pergantian kabinet yang cepat itu bukan cuma soal kemampuan, tapi soal dipercaya lintas kubu politik yang saling berseberangan.
Baca juga: Kisah Raja Ali Haji di Balik Lahirnya Bahasa Indonesia
Pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional lewat Keputusan Presiden Nomor 52/TK/Tahun 2010, tanggal 8 November 2010. (*)
Editor : S. Anwar