Kisah Runtuhnya Istana Kisra Persia

Reporter : Redaksi
Istana Kisra Persia

Kisah "Runtuhnya Istana Kisra Persia saat Nabi Lahir" merupakan salah satu peristiwa irhas (kejadian luar biasa sebelum kenabian) paling monumental yang dicatat oleh para ahli sejarah Islam, seperti Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah. Peristiwa mistis ini menjadi isyarat gaib runtuhnya peradaban syirik dan kesombongan dunia menyambut fajar Islam.

Malam Kelahiran yang Mengguncang Dua Adidaya

Baca juga: Ayub, Warga Krembangan Bhakti Surabaya Gelar Aqiqah, Dihadiri Habib Musthofa Jamal Al Aydrus

Kekaisaran Persia Khosrau (Kisra) dan Kekaisaran Romawi adalah dua kekuatan adidaya terbesar yang menguasai dunia pada abad ke-6. Pada malam Senin tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, saat Aminah binti Wahab melahirkan bayi Muhammad di Makkah, terjadi runtutan fenomena alam misterius berskala global yang langsung memukul jantung spiritualitas Kekaisaran Persia.

Guncangan Misterius di Istana Ctesiphon

Di Ibu Kota Persia, Ctesiphon (Madain), Raja Kisra Anusyirwan sedang tertidur lelap di istananya yang megah. Tiba-tiba, bumi di bawah kompleks istana berguncang hebat tanpa ada tanda-tanda gempa bumi di wilayah sekitarnya.

Guncangan misterius itu sangat spesifik menghantam struktur bangunan utama istana. Akibatnya, 14 tiang balkon (aywan) istana megah milik Raja Kisra runtuh dan hancur berkeping-keping ke tanah. Angka 14 ini kelak diartikan secara gaib oleh para ahli nujum kerajaan sebagai sisa jumlah raja Persia yang akan berkuasa sebelum kekaisaran tersebut runtuh total oleh umat Islam.

Padamnya Api Abadi Seribu Tahun

Pada malam yang sama, petaka spritual yang lebih besar menimpa pusat peribadatan kaum Majusi (penyembah api) di Persia. Api suci yang mereka agungkan dan dijaga agar tidak pernah padam selama lebih dari 1.000 tahun, tiba-tiba mati total seketika.

Selama berabad-abad, ribuan pendeta Majusi bekerja bergantian siang dan malam memberikan bahan bakar terbaik agar api tersebut tetap menyala. Namun, di malam kelahiran Nabi Muhammad SAW, api tersebut padam seperti disiram air ghaib, menandakan runtuhnya era penyembahan makhluk dan dimulainya era tauhid.

Baca juga: Air Mata Nabi : Tragedi Husain di Karbala

Mengeringnya Danau Sawah dan Kepanikan Masal

Tidak berhenti di situ, sebuah keajaiban geologis mistis terjadi di wilayah Hamadan (Iran modern). Danau Sawah, sebuah danau besar yang sangat dikeramatkan dan menjadi sumber air utama serta pusat wisata kaum Majusi, mendadak surut dan mengering kerontang dalam waktu satu malam seolah-olah airnya ditelan bumi. 

Di tempat lain, Lembah Samawah yang biasanya kering kerontang justru memancarkan air yang melimpah.

Keesokan paginya, Raja Kisra terbangun dengan kepanikan luar biasa. Ia mengumpulkan seluruh penasihat, menteri, dan pendeta tertinggi (Mubadzan). Sang pendeta agung bersaksi bahwa ia bermimpi melihat unta-unta tangguh menuntun kuda-kuda Arab menyeberangi Sungai Tigris dan menyebar ke seluruh daratan Persia.

Baca juga: Bani Shaybah Penjaga Kunci Kabah

Isyarat Awal Kemenangan Islam

Misteri rentetan peristiwa gaib di malam kelahiran Nabi ini membuat Kekaisaran Persia dilingkupi ketakutan selama bertahun-tahun. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa kelahiran Rasulullah SAW bukan sekadar kelahiran manusia biasa, melainkan proklamasi langit atas runtuhnya takhta para penguasa zalim.

Nubuat mistis runtuhnya balkon istana Kisra ini terbukti sempurna puluhan tahun kemudian di masa Khalifah Umar bin Khattab, saat pasukan Muslim berhasil menaklukkan Madain dan meruntuhkan total Kekaisaran Persia.

Peristiwa irhas saat kelahiran Nabi Muhammad SAW menunjukkan betapa alam semesta menyambut gembira kehadiran beliau. (*)

Editor : Bambang Harianto

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru