Bani Shaybah Penjaga Kunci Kabah

Reporter : Redaksi
Bani Shaybah

Sejak zaman jahiliyah, kunci Ka'bah dipegang oleh suku Bani Abd al-Dar, kemudian diwarisi oleh Bani Shaybah, keturunan Utsman bin Talhah. Mereka telah menjadi penjaga Ka'bah selama berabad-abad, bertanggung jawab atas pembukaan, penutupan, serta pencucian Ka'bah. Tugas ini merupakan kehormatan besar yang telah berlangsung turun-temurun dan tetap dipertahankan hingga hari ini.

Ketika Rasulullah SAW menaklukkan Makkah pada tahun 8 Hijriyah, beliau mengambil kunci Ka'bah dari Utsman bin Talhah. Setelah membersihkan Ka'bah dari berhala, Nabi mengembalikan kunci itu kepadanya dan bersabda :

Baca juga: Ayub, Warga Krembangan Bhakti Surabaya Gelar Aqiqah, Dihadiri Habib Musthofa Jamal Al Aydrus

"Ambillah ini, wahai Bani Talhah, untuk selama-lamanya hingga hari kiamat. Tidak ada yang boleh mengambilnya darimu kecuali orang zalim."
(HR. al-Tabarani dan al-Hakim, dihasankan oleh Syaikh Syu'aib Al-Arnauth)

Baca juga: Air Mata Nabi : Tragedi Husain di Karbala

Sejak saat itu, setiap kali Ka'bah dibuka untuk pencucian atau keperluan khusus, kunci selalu dipegang oleh keturunan Bani Shaybah. Mereka memiliki peran khusus dalam acara-acara resmi, seperti pencucian Ka'bah yang dilakukan dua kali dalam setahun. Meski berada di bawah pengawasan Pemerintah Arab Saudi, tugas mereka tetap dihormati sebagai bagian dari tradisi Islam yang telah berlangsung lebih dari 1.400 tahun.

Baca juga: Melaksanakan Perintah Sampaikanlah Ilmu walau Satu Ayat

Hingga kini, keluarga Bani Shaybah masih menjaga kunci Ka'bah, meneruskan amanah yang diberikan langsung oleh Rasulullah SAW. Peran mereka menjadi salah satu warisan Islam yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Sebagai pemegang kunci tempat paling suci dalam Islam, mereka tidak hanya memegang tanggung jawab fisik, tetapi juga amanah spiritual yang telah diwariskan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. (*)

Editor : Zainuddin Qodir

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru