National Logistics Ecosystem Menjawab Tantangan Arus Logistik

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Sistem logistik nasional
Sistem logistik nasional
grosir-buah-surabaya

Percepatan penataan sistem logistik nasional terus diupayakan pemerintah sesuai amanat dalam Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020. Penyusunan strategi yang komprehensif dilakukan untuk menjawab tantangan arus logistik agar semakin efisien dan sistematis, salah satunya melalui Forum Eselon I Percepatan Implementasi Program National Logistics Ecosystem (NLE). Mengundang 19 Pejabat Eselon I lintas Kementerian/Lembaga (K/L) dan 4 Pimpinan BUMN, kegiatan ini digelar pada Jumat, 25 Agustus 2023 di PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dikemas dalam suasana Leaders Breakfast Meeting (LBM), forum ini dibentuk untuk membahas perkembangan penerapan National Logistics Ecosystem dan upaya penguatan kolaborasi dan sinergi dalam mewujudkan ekosistem logistik nasional yang lebih kompetitif. Kegiatan LBM kali ini merupakan LBM edisi ke-4 setelah sebelumnya dilaksanakan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Pelindo, dan Angkasa Pura. Beberapa poin strategis pun dibahas dalam forum tsersebut, seperti update dan strategi perluasan implementasi National Logistics Ecosystem, sinkronisasi jalur kereta api (KA) peti kemas, pengukuran efektivitas National Logistics Ecosystem, serta beberapa isu strategis National Logistics Ecosystem lainnya.

Perlu dipahami, National Logistics Ecosystem (NLE) sendiri merupakan ekosistem logistik yang menyelaraskan arus lalu lintas barang (flow of goods) dan dokumen internasional (flow of document) sejak kedatangan sarana pengangkut hingga barang tiba di gudang. 

National Logistics Ecosystem berorientasi pada kerja sama antarinstansi pemerintah dan swasta, melalui pertukaran data, simplifikasi proses, serta penghapusan repitisi dan duplikasi. Selain itu NLE juga didukung oleh sistem teknologi informasi yang mencakup seluruh proses logistik terkait dan menghubungkan sistem-sistem yang telah ada.

Dalam forum tersebut, Direktur Jenderal Bea Cukai, Askolani selaku Ketua Tim Nasional Penataan Ekosistem Logistik Nasional menegaskan bahwa National Logistics Ecosystem menyediakan layanan dari hulu ke hilir dalam proses alur logistik barang ke luar negeri serta pergerakan barang dalam negeri. 

Manfaat yang melalui penerapan National Logistics Ecosystem antara lain seperti penerapan single submission (pabean-karantina, pengangkut, dan perizinan), single billing, fasilitasi payment channel, alat kontrol kepatuhan dan implementasinya, mendorong standarisasi layanan, dan memudahkan proses bisnis importir, eksportir, dan pelaku logistik lainnya.

Dalam implementasinya, National Logistics Ecosystem disusun menjadi 4 pilar dan telah menunjukan beberapa progres capaian yang positif. Pilar I (simplifikasi proses) mencatatkan tren utilisasi yang meningkat pada single submission (SSm) Pengangkut, SSm QC, SSm Perizinan, dan manifes domestik. Pilar II (kolaborasi platform logistik) secara kesisteman sudah terbangun dan saat ini sedang dalam proses pengembangan oleh Lembaga National Single Window (LNSW). Pilar III (kemudahan pembayaran) telah berjalan skema single billing yang telah piloting di 12 pelabuhan di Indonesia. Dan pilar IV (tata ruang) terkait rencana penerapan kebijakan zonasi dan rencana sinkronisasi jalur kereta api peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Tahun 2022 secara umum terdapat 14 pelabuhan laut di Indonesia yang telah menerapkan layanan National Logistics Ecosystem. Di tahun 2023, implementasi National Logistics Ecosystem sedang dalam proses perluasan ke 32 pelabuhan laut lainnya dan 6 pelabuhan udara secara bertahap yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Askolani.

Ia menegaskan, untuk menilai efektivitas layanan National Logistics Ecosystem secara berkelanjutan, pada tahun 2023 akan dilakukan kembali survei National Logistics Ecosystem lanjutan. Diharapkan survei tahun 2023 dapat menghasilkan kualitas survei yang lebih baik dan komprehensif dengan pendekatan kuantitatif.

Askolani menegaskan bahwa National Logistics Ecosystem merupakan tanggung jawab seluruh pihak dan entitas logistik. Besar harapan implementasi National Logistics Ecosystem tidak hanya berfokus pada output, tetapi juga menghasilkan outcome yang positif bagi masyarakat. 

“Kami mengajak masyarakat dan para pelaku bisnis untuk mendukung implementasi National Logistics Ecosystem. Kepada Kementerian/Lembaga terkait, kami harap dapat terus berinovasi dan saling berkoordinasi untuk menghasilkan strategi besar National Logistics Ecosystem yang akan dijalankan di tahun 2024 mendatang,” pungkasnya. (dit)