Bisnis Hancur dan Berhutang USD 1,5 Juta, Robert Bangkit dalam 1 Tahun

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Robert McLaren
Robert McLaren
grosir-buah-surabaya

London 1984. Robert McLaren adalah nama yang dielu-elukan. Dia dikenal sebagai seorang arsitek jenius. Karyanya pernah menghisasi koran internasional.

Namun, dia harus mengalami kehidupan yang pahit. Perusahaannya bangkrut total. Proyek senilai USD 500 ribu hangus. Robert McLaren tenggelam dalam hutang yang mengerikan, yakni USD 1,5 juta.

Mobil mewahnya disita. Tapi pukulan terberat adalah saat rumah impiannya yang dia desain sendiri untuk istri dan anak-anaknya terpaksa dijual untuk menutupi hutang USD 1,5 juta.

Setiap pagi, Robert McLaren memandangi cermin kosong. Dia selalu bertanya dalam dirinya, “Mengapa ini terjadi padaku?”

Robert McLaren sudah mencoba segalanya untuk bisa membangkitkan usahanya, namun semua pintu tertutup. Robert McLaren benar-benar di ujung jurang depresi. Di titik nadir itulah, seorang teman lama memberinya satu nama, yaitu dr Joseph Murphy. Resepnya terdengar gila. Pemograman ulang pikiran.

Joseph Murphy berkata kepada Robert McLaren, setiap malam selama 30 menit, bayangkan dirimu berdiri di panggung mewah, menerima penghargaan arstiek internasional.

Di pikiran itu, Robert McLaren harus merasakan jabatan tangan hangat, gemuruh tepuk tangan, dan sorotan mata bangga dari keluarganya.

“Rasakan emosi itu, seolah-olah itu nyata,” kata Joseph Murphy.

Awalnya, Robert McLaren menganggap saran Joseph Murphy seperti membohongi diri sendiri. Tapi Robert McLaren sudah tak punya apa-apa lagi untuk dikalahkan. Dengan disiplin baja, setiap malam, selama 30 menit, dia hidup dalam realitas kesuksesannya.

Dan di minggu ke-3, keajaiban pun bedenyut. Sebuah ide brilian, konsep desain revolusiner, tiba-tiba muncul dalam benak Robert McLaren.

Ide itu seolah diunduh dari sumber yang tak terlihat. Dia menuangkan sketsa itu dalam lembaran kertas. Dengan keyakinan barunya, Robert McLaren membawa sketsa itu ke pameran. Disana, di stan kopi, dia bertemu dengan Syek Omar Al Fayed, investor legendaris dari Timur Tengah.

Dalam obrolan selama 15 menit, Syek Omar Al Fayed itu terpukau dengan sketsa , Robert McLaren. Lalu Syek Omar Al Fayed menawarkan kerjasama. Bukan hanya proyek, tapi proyek mega.

Robert McLaren diminta merancang pusat kebudayaan senilai USD 7 juta di Dubai. Dan dalam 1 tahun, Robert McLaren, si bangkrut yang putus asa, membangun kembali kerajaan bisnisnya.

Kisah ini membuktikan bahwa kemiskinan adalah virus di pikiran bawah sadar. Pikiran Robert McLaren yang menciptakan hutang USD 1,5 juta, justru menciptakan kekayaan USD 7 juta .

Jika pikiranmu sekuat itu untuk menciptakan kegagalan, bukankan kekuatan yang sama bisa menciptakan kekayaan yang kamu inginkan. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi siapapun yang saat ini bangkrut, agar kembali berjaya. (*)