Sektor Industri Jadi Penopang PDRB di Gresik

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Industri di JIIPE Gresik
Industri di JIIPE Gresik
grosir-buah-surabaya

Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur dan Kabupaten Gresik pada periode 2020–2024 menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Pada level provinsi, PDRB Jawa Timur tumbuh dari 56,64 pada tahun 2020 menjadi 75,77 pada tahun 2024.

Kenaikan PDRB ini menggambarkan pemulihan ekonomi pasca pandemi serta penguatan sektor industri, perdagangan, dan jasa yang menjadi penopang utama perekonomian Jawa Timur.

Sementara itu, Kabupaten Gresik memperlihatkan capaian yang lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur, yakni dari 74,60 pada tahun 2020 menjadi 87,44 pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa Gresik memiliki peran signifikan sebagai motor pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan dan migas.

Namun, laju pertumbuhan tahunan Gresik relatif lebih lambat dibandingkan Jawa Timur, sehingga selisih capaian antara Gresik dan Jawa Timur terus menyempit, dari 17,96 poin pada tahun 2020 menjadi 11,67 poin pada tahun 2024.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun Gresik masih unggul dibandingkan rata-rata provinsi, Jawa Timur menunjukkan akselerasi yang lebih cepat. Oleh karena itu, Gresik perlu memperkuat strategi pembangunan ekonomi yang lebih beragam, khususnya dengan mendorong sektor non migas, pengembangan industri hilir, serta penguatan UMKM.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Gresik dapat lebih berkelanjutan sekaligus tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Jawa Timur secara keseluruhan. Sebagai indikator utama, laju pertumbuhan PDRB juga menjadi dasar dalam merencanakan kebijakan fiskal dan moneter, serta dalam mengevaluasi kesejahteraan ekonomi suatu negara atau daerah dalam jangka waktu tertentu.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gresik selama 5 (lima) tahun terakhir menunjukkan fluktuasi. Pada Tahun 2022 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Gresik mulai naik dengan nilai yang cukup signifikan setelah pandemi COVID-19 pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan laju pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2022 menurut lapangan usaha, nilai PDRB Kabupaten Gresik pada tahun 2022 mencapai Rp108.796.000.000,88. Angka tersebut meningkat dari Rp101.318.000.000,69 pada tahun 2021.

Data tersebut menunjukkan bahwa terjadi perubahan arah yang signifikan dari pertumbuhan ekonomi negatif pada tahun sebelumnya menjadi pertumbuhan ekonomi positif yang mengindikasikan adanya peningkatan aktifitas ekonomi pada tahun berjalan. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan pertumbuhan ekonomi pada hampir semua sektor lapangan usaha di Kabupaten Gresik.

Peningkatan aktifitas ekonomi berdasarkan lapangan usaha yang mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2021 terjadi sektor jasa lainnya 19�n sektor Transportasi dan Pergudangan 13,96%.

Sementara itu, kinerja pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gresik pada sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar 3,51% pada tahun 2022 turun dari tahun 2021 dengan nilai sebelumnya sebesar 10,23%. Pada sisi pengeluaran, Pertumbuhan ekonomi (economic growth) merupakan agregat makro lain yang dapat diturunkan dari data PDRB, yang menggambarkan kinerja pembangunan di bidang ekonomi. (*)