Potensi Perikanan Tangkap dan Budidaya di Kabupaten Gresik
Potensi perikanan baik tangkap maupun budidaya menjadi salah satu hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Gresik. Peranan sektor perikanan terhadap perekonomian Kabupaten Gresik tidak hanya ditinjau dari aspek nilai produksi perikanan namun juga dilihat dari sisi kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha di sektor perikanan.
Perikanan budidaya difokuskan pada pembudidayaan di perairan payau, pesisir pantai dan perairan tawar. Pada Tahun 2024 pertumbuhan Produksi Perikanan budidaya tumbuh 3,00�ngan nilai produksi 155.972 ton.
Tingkat produksi perikanan tangkap dan budidaya di Kabupaten Gresik cukup tinggi. Pada tahun 2024, pertumbuhan Produksi Perikanan tangkap tumbuh 3,22�ngan nilai produksi 13.540 ton.
Berdasarkan data produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya, jumlah produksi perikanan budidaya di Kabupaten Gresik pada tahun 2024 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya dengan jumlah produksi sebesar 155.972 ton.
Jumlah produksi perikanan budidaya di Kabupaten Gresik lebih tinggi jika dibandingkan jumlah produksi perikanan tangkap pada tahun 2024 dengan jumlah produksi 13.547 ton.
Tingginya produksi perikanan budidaya menunjukkan bahwa jumlah nelayan perikanan budidaya atau petani tambak air tawar dan payau di Kabupaten Gresik lebih tinggi jika dibandingkan dengan nelayan perikanan tangkap. Jumlah jenis ikan yang dibudidaya selama lima tahun terakhir tetap sama, yakni terdiri dari 8 jenis, sedangkan jenis perikanan tangkap yang diperoleh selama lima tahun terakhir terdiri dari 42 jenis.
Perkembangan hasil laut di Kabupaten Gresik selama lima tahun terakhir terus bergerak fluktiatif. Hasil laut ikan bandeng menjadi komoditas paling banyak yang didapatkan sepanjang lima tahun terakhir yakni pada tahun 2023 sebesar 90.504.550 kg, disusul dengan hasil kerang hijau sebesar 17.469.780 kg dan hasil udang vaname sebesar 15.747.825 kg.
Perkembangan perikanan darat di Kabupaten Gresik melalui tambak, kolam air tenang, sawah/mina padi, dan penangkapan ikan perairan umum. Luas areal tambak pada tahun 2020 hingga tahun 2024 menunjukkan tren yang terus meningkat.
Ikan bandeng merupakan produksi perkembangan perikanan darat tambak tertinggi dibandingkan lainnya yaitu pada tahun 2023 sebesar 90.504.550 kg. Luas areal tambak payau, tambak tawar, kolam air, dan waduk pada tahun 2024 sebesar 15.601,26 Ha; 13.052,01 Ha; 1.177,50 m2; dan 618,23 Ha. Jumlah perikanan budidaya Gresik terus mengalami peningkatan sepanjang tahun 2020 sampai dengan 2024 dengan jumlah produksi tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan jumlah sebesar 152.917.476 kg dan 2024 sebesar 155.980.000 kg.
Sedangkan, produksi perikanan laut cenderung mengalami peningkatan dimana pada tahun 2022 dan 2023 sebesar 10.793.753 kg dan 11.949.510 kg. Namun, kenaikan tersebut tidak bertahan karena angka produksi mengalami penurunan hingga mencapai produksi terendah di tahun 2024 dengan jumlah sebesar 7.354.300 kg.
Meskipun data target produksi perikanan laut terus mengalami tren penurunan, jumlah konsumsi ikan di Kabupaten Gresik terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2024, angka konsumsi ikan Kabupaten Gresik sebesar 56,61 kg/kapita/tahun. Hal tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2023 yaitu sebesar 55,67 kg/kapita/tahun. Hal tersebut selaras dengan produksi perikanan yang diolah dan dipasarkan di Gresik yaitu 86,50% yang meningkat daripada tahun 2023 (80,00%). Kelompok nelayan di Kabupaten Gresik terus menunjukkan peningkatan.
Pada tahun 2023, jumlah nelayan di Kabupaten Gresik sejumlah 10.440 orang dan meningkat sebesar 3,12% pada tahun 2024 sejumlah 10.766 orang. (*)
Editor : Bambang Harianto