WhatsApp Grup Ruang Publik Sidoarjo Gelar Malam Refleksi Akhir Tahun 2025

avatar Ach. Maret S.
  • URL berhasil dicopy
Diskusi malam refleksi akhir tahun 2025 yang digelar Ruang Publik Sidoarjo
Diskusi malam refleksi akhir tahun 2025 yang digelar Ruang Publik Sidoarjo
grosir-buah-surabaya

WhatsApp Grup Ruang Publik Sidoarjo menggelar malam refleksi akhir tahun 2025 dengan mengundang pegiat sosial, aktivis, tokoh politik, dan media. Acara digelar di Pawon Cinday 94, Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa malam, 30 Desember 2025.

Tema acara ialah "Harapan Masyarakat Sidoarjo Pada Pemimpin". Menurut Ketua WhatsApp Grup Ruang Publik Sidoarjo, Sujani, acara malam refleksi akhir tahun telah digelar oleh WhatsApp Grup Ruang Publik Sidoarjo untuk ketiga kalinya. Tujuannya, untuk mendobrak kebuntuan komunikasi dengan Pemerintah.

"LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Ormas (organisasi masyarakat), Komunitas, selama ini bicara sendiri tanpa komunikasi langsung dengan Pemerintah. Kami mencoba mengumpulkan ormas, LSM, Komunitas, tokoh politik, paguyuban dalam satu titik untuk kebaikan. Dari acara ini, diharapkan menghadirkan ide atau solusi untuk disampaikan ke Pemkab Sidoarjo," kata Sujani, yang familiar dengan julukan Bupati Swasta dalam sambutannya di hadapan para undangan.

Beberapa undangan yang hadir diantaranya Adam Rusydi (Ketua DPD Golkar dan Anggota DPRD Jawa Timur), Wahyu Lumaksono (DPRD Sidoarjo), Maria Eva (tokoh Sidoarjo), Siti Aminah mewakili Fatayat Sidoarjo, tokoh pers, aktivis LSM, tokoh politik dari Partai Hanura, Partai Buruh, advokat, serta sejumlah undangan.

Acara malam refleksi akhir tahun 2025 yang digelar oleh WhatsApp Grup Ruang Publik Sidoarjo berjalan dengan konstruktif, dimana peserta mengutarakan uneg-unegnya tentang kondisi yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo, baik dari sisi ekonomi, sosial, pendidikan, pemerintahan, hingga politik.

Salah satu peserta yang menyampaikan keprihatinannya dengan kondisi di Sidoarjo ialah Hariadi. Pria yang dikenal sebagai aktivis ini prihatin dengan tingginya angka pengangguran di Sidoarjo.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sidoarjo per Agustus 2025, angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo mencapai 69.549 jiwa, penduduk usia kerja sebanyak 1.739.861 jiwa, dan penduduk bekerja sebanyak 1.140.151 jiwa.

Selain pengangguran di Sidoarjo, Hariadi juga mengkritisi APBD Sidoarjo yang dialokasikan untuk pembangunan gedung Kepolisian. Nilainya sebesar Rp 40 miliar. Anggaran sebesar itu harusnya dialokasikan untuk pembangunan gedung sekolah dasar (SD) di Sidoarjo yang rusak.

"Banyak gedung SD rusak dibiarkan. Sedangkan anggaran APBD puluhan miliar rupiah untuk bangun gedung Polisi. Jangan terlalu banyak berharap pada pemimpin jika seperti itu," tegas Hariadi.

Keprihatinan serupa tentang kondisi Sidoarjo diutarakan oleh peserta lain. Keregangan hubungan antara Bupati Sidoarjo, Subandi, dengan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, membuat pembangunan di Kabupaten Sidoarjo tidak berjalan dengan maksimal. Imbasnya, terjadi SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) yang nilainya berkisar Rp 800 miliar.

"Konflik antara W1 (julukan Bupati Sidoarjo) dan W2 (julukan Wakil Bupati Sidoarjo), yang dirugikan masyarakat Sidoarjo. Saya minta agar konflik W1 dan W2 dihentikan. Jika berkonflik, jangan open di sosial media. Itu sangat memalukan warga Sidoarjo," katanya.

Suasana malam refleksi akhir tahun 2025 yang digelar WhatsApp Grup Ruang Publik Sidoarjo semakin menarik tatkala permasalahan demi permasalahan di Sidoarjo diutarakan peserta yang hadir. Terlebih, roda pemerintahan yang dipimpin oleh Subandi dan Mimik Idayana dilabeli rapor merah.

Label tersebut disematkan oleh Ketua Aliansi Wartawan Online Sidoarjo (AWOS), Warsono. Penilaian Warsono, pemerintahan Subandi dan Mimik Idayana pantas diberi rapor merah karena proyek-proyek dari APBD yang dilaksanakan kurang perencanaan yang memadai, ngebut, sehingga terkesan asal menyerap anggaran.

"Pengawasan dari DPRD Sidoarjo masih kurang. Dewan eker-ekeran, Bupati dan Wakil Bupati eker-ekeran. Pembangunan yang menyentuh kehidupan masyarakat terabaikan. Gedung SD banyak yang rusak, malah Polri diberi anggaran segitu banyaknya. Ini ironi. Catatan kami dari pekerja media di Sidoarjo, refleksi akhir tahun 2025 ini di Sidoarjo, rapornya merah. Tahun 2029 kalau pengen eksis kembali, ayo perbaiki tata kelola pemerintahannya," katanya.

Ketua DPD Golkar, Adam Rusydi merespon berbagai kritik, pendapat, saran, dan masukan berbagai tokoh dan pegiat sosial yang mengemuka dalam malam refleksi akhir tahun 2025 yang digelar WhatsApp Grup Ruang Publik Sidoarjo. Satu diantara sekian masalah di Kabupaten Sidoarjo ialah konflik antara Subandi dan Mimik Idayana sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

"Kami cukup ikhtiar untuk mengislahkan Bupati dan Wakil Bupati kita. Semoga konflik yang terjadi ini membawa berkah dengan meningkatkan fungsi kontrol. Terkait konflik, mari sama-sama menahan agar tidak memperkeruh keadaan. Dan doakan, siapa tahu dengan doa kita semua, terketuklah pintu langit agar pimpinan daerah kita akur," kata Adam Rusydi.

Adam Rusydi berkata, Golkar sebagai salah satu partai pengusung Subandi dan Mimik Idayana dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo tahun 2024, akan terus mengawal dan mendukung 14 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo selama periode 2025-2030. Yakni penciptaan 100 ribu lapangan kerja, berobat gratis bagi seluruh warga Sidoarjo, makan bergizi gratis untuk lansia dan warga miskin, 20 ribu beasiswa kuliah untuk anak yatim, bantuan pupuk dan benih gratis untuk 2000 petani dan nelayan, modal usaha untuk UMKM sebesar Rp 50 juta per unit, bantuan keuangan desa Rp 500 juta per desa.

Kemudian program peningkatan skala usaha 20 ribu UMKM, percepatan infrastruktur, kenaikan tunjangan 100�gi tenaga honorer dan Aparatur Sipil Negara, pembangunan kreativitas anak muda, renovasi 2000 warung rakyat, kemudahan perizinan usaha melalui Smart City, dan revitalisasi taman kota dan perumahan.

"Pengangguran dan banjir juga menjadi konsen bagi kami. Di Tulangan, yang sebelumnya tidak banjir sekarang banjir. Mari kita tagih janji politik pemimpin kita. Kita desak Pemkab Sidoarjo untuk mengeluarkan grand desain dan masterplan penanggulangan banjir. Untuk pengangguran terbuka, kami akan mendorong peningkatan pendidikan terutama pendidikan vokasi. Sehingga kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan, bisa kita siapkan," ujar Adam Rusydi. (*)