PT Mahkota Triang Jaya Ekspor Bulu Mata ke Belanda
Memanfaatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) Pembebasan, PT Mahkota Triang Jaya mencatatkan ekspor perdana produk bulu mata ke Belanda. Ekspor ini menjadi bukti keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menembus pasar internasional.
Dalam pengiriman perdananya, PT Mahkota Triang Jaya mengekspor sebanyak 168.234 pieces bulu mata dengan total nilai mencapai Rp1.314.734.922,77. Produk tersebut merupakan hasil karya tenaga kerja terampil lokal yang turut mengangkat potensi industri Kabupaten Purbalingga ke kancah global.
Keberhasilan ini tidak lepas dari perjalanan panjang perusahaan yang sebelumnya memanfaatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil Menengah (KITE IKM) sejak tahun 2020. Seiring dengan pertumbuhan usaha yang signifikan, perusahaan kemudian “naik kelas” dengan memperoleh fasilitas KITE Pembebasan pada akhir tahun 2025.
Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) Pembebasan memberikan kemudahan berupa pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor atas bahan baku yang digunakan untuk menghasilkan barang ekspor. Dengan dukungan tersebut, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas jangkauan pasar.
Bea Cukai melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta turut berperan dalam mendampingi dan memfasilitasi proses ekspor tersebut. Peran ini menjadi bagian dari fungsi Bea Cukai sebagai trade facilitator dan industrial assistance dalam mendorong pertumbuhan industri nasional.
Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Agus Yulianto mengapresiasi capaian PT Mahkota Triang Jaya yang dinilai mampu menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku usaha agar dapat berkembang dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas,” ujar Agus Yulianto.
Ke depan, diharapkan keberhasilan ekspor perdana ini dapat menjadi pemicu bagi PT Mahkota Triang Jaya untuk terus memperluas pasar internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan ekspor produk unggulan. (*)
Editor : S. Anwar