Polresta Mamuju Ungkap Sindikat Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

avatar Mula Eka P.
  • URL berhasil dicopy
Iptu Herman Basir saat menyampaikan keterangan kasus BBM ilegal
Iptu Herman Basir saat menyampaikan keterangan kasus BBM ilegal
grosir-buah-surabaya

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mamuju mengungkap praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah hukumnya. Dalam operasi tersebut, Satreskrim Polresta Mamuju mengamankan 5 unit kendaraan modifikasi yang digunakan untuk menimbun BBM jenis Solar secara ilegal.


Upaya hukum ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Republik Indonesia yang diteruskan melalui Kapolri dan Kapolda Sulawesi Barat guna memastikan distribusi energi tepat sasaran dan menekan angka kelangkaan BBM yang meresahkan masyarakat.

Kronologi dan Modus Operandi

Penyelidikan intensif dilakukan oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Mamuju setelah adanya laporan mengenai antrian panjang dan kelangkaan Solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Dari hasil penggerebekan, petugas Satreskrim Polresta Mamuju mengamankan barang bukti berupa 3 unit truk dengan tangki yang telah dimodifikasi dan 2 unit minibus (Isuzu Panther dan Toyota Kijang LGX) yang tangki standarnya telah diubah menjadi penampung Solar berkapasitas besar.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir menjelaskan bahwa setiap kendaraan mampu menampung hingga 200 liter sekali pengisian. Jika dikalkulasi, kelima kendaraan ini mampu melangsir hingga 1 ton Solar dalam sekali jalan.

"Para pelaku melakukan pengisian berulang kali secara berpindah-pindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya," ujar Iptu Herman Basir pada Senin (13/4/2026).

Para pelaku memanfaatkan celah sistem dengan menggunakan barcode pengisian BBM untuk menyedot ratusan liter solar. Setelah tangki penuh, mereka menimbunnya di lokasi tertentu sebelum dijual kembali ke pihak yang tidak berhak dengan harga non-subsidi.

Selain manipulasi sistem, Satreskrim Polresta Mamuju mengungkap fakta mengejutkan terkait cara kerja para mafia ini. Diduga kuat, pelaku kerap melakukan ancaman fisik terhadap petugas SPBU agar diberikan keleluasaan melakukan pengisian di luar batas kewajaran. (*)