CV Wijaya Diduga Kurangi Volume Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Bringkang Gresik
Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Satuan Kerja (Satker) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Gresik mengalokasikan anggaran untuk Rekonstruksi Jalan Bringkang – Lampah. Pagu anggaran yang disediakan sebesar Rp 8.041.149.000.
Sebanyak 177 peserta memperebutkan proyek yang anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gresik tahun anggaran 2024. Dari 177 peserta tender tersebut, ditentukan sebagai pemenang tender dengan kode tender 11590122 ialah CV Wijaya, beralamat di Jalan Kusuma Bangsa nomor 44B, Kabupate Lamongan.
CV Wijaya ditentukan sebagai pemenang setelah melakukan pemawaran sebesaer Rp 6.432.197.256,39. Setelah itu, dilakukan kontrak kerja dengan nomor kontrak : 762/2502/BM/437.51/2024, tanggal 15 Mei 2024. Dalam kontrak tersebut, disebutkan jangka waktu pekerjaan selama 200 hari.
Seiring berjalannya pekerjaan, dilakukan addendum. Yakni dengan nilai addendum sebesar Rp 7.043.255.955,75.
Namun, setelah pekerjaan Rekonstruksi Jalan Bringkang – Lampah selesai dikerjakan dan serah terima hasil pekerjaan disertai berita acara, ditemukan adanya kekurangan volume. Temuan tersebut setelah dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Timur.
Total kekurangan volume pekerjaan Rekonstruksi Jalan Bringkang – Lampah yang dikerjakan oleh CV Wijaya sebesar Rp 45.833.699,2.
Dilansir dari hasil pemeriksaan BPK Jawa Timur, beberapa item pekerjaan yang kekurangan volume hingga mencapai Rp 45.833.699,2, diantaranya
Pengadaan Sepatu Keselamatan (Safety Shoes, Rubber Safety Shoes and toe cap). Volume dalam rencana anggaran biaya (RAB) sebanyak 20 pasang, dengan harga satuan Rp 250 ribu. Totalnya Rp 5 juta. Namun dilaksanakan hanya 9 pasang. Jadi terdapat kekurangan volume dengan nilai sebesar Rp 2,750 juta.
Kemudian pengadaan Rompi Keselamatan (safety vest). Dari RAB tercantum sebanyak 25 buah dengan harga per buah sebesar Rp 50 ribu, dan total Rp 1,250 juta. Tapi hanya 15 buah dibelanjakan oleh CV Wijaya. Jadi kekurangan volume dengan nilai Rp 500 ribu.
Lalu pengadaan Petugas Keselamatan Konstruksi sebanyak 6 orang, dan masing-masing orang dianggarkan sebesar Rp 3juta. Jadi total Rp 18 juta. Tapi CV Wijaya hanya menyediakan 4 orang, sehingga terdapat kekurangan Rp 6 juta.
Pekerjaan lapis Pondasi Agregat Kelas B juga ditemukan kekurangan volume yang mencapai puluhan juta rupiah. Yang seharusnya vokume 3.313,57 m3 dengan harga satuan Rp 200 ribu dan total Rp 662.714.660, tapi saat diperiksa, ditemukan kekurangan volume Rp 30.076.640. Kekurangan volume itu karena pihak CV Wijaya cuma melaksanakan sebanyak 3.163,19 m3 dengan total nilai Rp 632.638.020.
Dan terdapat kekurangan volume dengan nilai sebesar Rp 6.428.239,11. Kekurangan tersebut dari pekerjaan Laston Lapis Aus (AC-WC). Dari RAB, volume sebanyak 715,05 ton. Harga satuan Rp 1.164.000, dan total Rp 833.033.516,40.
Namun, volume pekerjaan yang dilaksanakan CV Wijaya hanya 709,53 ton dengan total Rp 826.605.277,29. Badan Pemeriksa Kuangan (BPK) Jawa Timur menemukan kekurangan volume sebesar Rp 6.428.239,11. (*)
Editor : Bambang Harianto