Penjualan Urea di Pakistan Melonjak Jadi 6,73 Juta Ton
Sektor pupuk Pakistan menutup tahun 2025 dengan catatan positif karena penjualan urea melonjak ke rekor bulanan tertinggi sepanjang masa di bulan Desember 2025, mencerminkan permintaan petani yang kuat dan intervensi pasar yang tepat waktu.
Menurut laporan Topline Securities, total penjualan urea mencapai 1,356 juta ton pada Desember 2025, menandai peningkatan 65% secara bulanan dan 37% secara tahunan. Kinerja luar biasa ini mendorong total penjualan urea untuk tahun 2025 menjadi 6,73 juta ton, naik 2% dibandingkan tahun 2024 lalu.
Sorotan utama bulan ini adalah penurunan tajam persediaan. Stok urea turun menjadi 0,31 juta ton pada akhir Desember2025, turun signifikan dari 1,13 juta ton pada November2025, meredakan kekhawatiran lama tentang kelebihan pasokan di sektor ini.
Kinerja perusahaan secara keseluruhan menunjukkan gambaran yang kompetitif:
Grup FATIMA memimpin pasar dengan penjualan 644.000 ton pada bulan Desember 2025.
Engro Fertilizers menyusul dengan 378.000 ton, mencatatkan pertumbuhan terkuat sebesar 140% MoM.
Fauji Fertilizer Company mencatatkan penjualan 259.000 ton.
Pendapatan meningkat pesat, sebagian besar disebabkan oleh diskon agresif, dengan pemotongan harga mulai dari Rs. 150 hingga Rs. 400 per karung, yang berhasil membuka permintaan yang tertahan. Dengan tekanan persediaan yang kini mereda, sebagian besar diskon ini telah ditarik kembali.
Sebaliknya, penjualan DAP tetap lesu, dengan penjualan Desember menurun 67% MoM menjadi 80.000 ton, terbebani oleh harga yang lebih tinggi dan permintaan yang lebih lemah.
Prospek :
Saat Pakistan memasuki tahun 2026, penjualan urea diperkirakan akan kembali normal. Tingkat persediaan yang rendah mengurangi kebutuhan akan diskon lebih lanjut dan bahkan dapat membuka peluang untuk ekspor potensial, menandakan fase yang lebih seimbang dan berkelanjutan bagi industri pupuk.
Penutupan yang kuat untuk tahun 2025, dan persiapan yang menggembirakan untuk tahun mendatang. (*)
Editor : Redaksi