Kisah Asmara Oscar Wilde dan Lord Alfred Douglas
Oscar Wilde bertemu dengan Lord Alfred Douglas, yang dikenal sebagai “Bosie,” pada tahun 1891. Wilde berusia 36 tahun dan sudah menjadi penulis terkenal; Douglas adalah mahasiswa Oxford berusia 21 tahun dan penyair yang sedang berusaha.
Hubungan penuh gairah dan semakin bergejolak mereka akhirnya menjadi tidak terpisahkan dari salah satu skandal paling terkenal di Inggris Victoria. Ayah Douglas, Marquess of Queensberry, dengan sengit menentang hubungan tersebut.
Pada tahun 1895, ia meninggalkan sebuah kartu di klub Wilde yang menuduhnya melakukan perilaku homoseksual. Wilde menanggapinya dengan menggugat Queensberry atas fitnah pidana, sebuah keputusan yang bencana.
Bukti yang diperkenalkan selama persidangan justru mengungkap hubungan Wilde dengan pria-pria lain pada masa ketika tindakan seksual antar pria dikriminalisasi di Inggris.
Wilde membatalkan gugatan fitnah tersebut, kemudian ditangkap, dinyatakan bersalah atas “kenakalan kasar,” dan dijatuhi hukuman dua tahun kerja paksa. Akibatnya sangat merusak.
Wilde keluar dari penjara pada tahun 1897 dalam keadaan bangkrut secara finansial dan dikucilkan secara sosial. Ia meninggalkan Inggris dan menghabiskan tahun-tahun terakhirnya sebagian besar di Prancis, meninggal di Paris pada tahun 1900 pada usia 46 tahun.
Wilde dan Douglas sempat bersatu kembali sebentar setelah Wilde dibebaskan, tetapi hubungan mereka akhirnya runtuh. Namun Douglas tetap menjadi pusat dari tahun-tahun sastra akhir Wilde.
Saat dipenjara di Reading Gaol, Wilde menulis surat luar biasa sepanjang 50.000 kata untuknya yang kemudian menjadi De Profundis. Hanya beberapa minggu setelah Wilde dijatuhi hukuman, Douglas menulis langsung kepada Ratu Victoria memintanya memaafkan Wilde. Permintaan itu gagal, dan Wilde menjalani seluruh hukuman dua tahun. (*)
Editor : Redaksi