Hasan Kleib, Diplomat yang Dapat Penghargaan dari Presiden Palestina

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Hasan Kleib
Hasan Kleib
grosir-buah-surabaya

Di panggung diplomasi multilateral, nama Hasan Kleib dikenal sebagai salah satu negosiator ulung dan diplomat papan atas yang dimiliki Indonesia. Pria kelahiran 1 Oktober 1960 ini mencatatkan rekam jejak emas saat mengemban amanah sebagai Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa sejak dilantik di Istana Negara pada 13 Maret 2017.

Sepanjang masa dinasnya di Swiss, Hasan Kleib tidak hanya mengartikulasikan kepentingan nasional, tetapi juga dipercaya memegang mandat krusial dari dunia internasional serta konsisten menyuarakan isu kemanusiaan global.

Menjadi Penengah Isu Nuklir Dunia dan Misi Kemanusiaan Rohingya

Kapasitas Hasan Kleib sebagai diplomat berkaliber global teruji saat PBB menunjuknya sebagai Koordinator Badan Subsider Penghentian Perlombaan Senjata Nuklir dan Perlucutan Senjata Nuklir. Mandat berat ini mengharuskannya memimpin pertemuan-pertemuan strategis demi menjembatani jurang pemisah yang lebar antara negara-negara pemilik senjata nuklir dan non-nuklir.

Di bawah kepemimpinannya, badan subsider ini fokus merumuskan langkah-langkah konkret menuju negosiasi traktat yang mengikat secara hukum. Selain isu keamanan global, Hasan Kleib juga berada di garda depan dalam penanganan isu regional dengan terlibat aktif dalam konferensi perdana tim pencari fakta PBB untuk isu Rohingya di Jenewa pada September 2017.

Vokal Menyuarakan Hak Pekerja Palestina di Forum ILO

Sebagai representasi dari sikap politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, Hasan Kleib memanfaatkan panggung internasional secara optimal. Dalam Pertemuan Solidaritas Internasional bagi Pekerja Palestina di forum Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) pada 13 Juni 2019, ia menyampaikan kritik dan keprihatinan yang mendalam.

Hasan menyoroti kontradiksi besar di mana ILO tengah merayakan hari jadinya yang ke-100 untuk membahas masa depan kerja layak, sementara pekerja di Palestina—khususnya di Jalur Gaza—masih menghadapi diskriminasi sistematis.

Ia mengecam perlakuan buruk, tingginya angka kecelakaan kerja akibat standar keselamatan yang rendah, hingga pembayaran upah di bawah minimum yang terpaksa diterima warga Palestina karena tidak adanya pilihan lain. Melalui forum tersebut, Indonesia mendesak ILO untuk meningkatkan program kapasitas demi mewujudkan keadilan kerja bagi rakyat Palestina.

Dianugerahi Bintang Tanda Jasa Tertinggi dari Presiden Mahmoud Abbas

Dukungan tanpa pamrih dan totalitas Hasan Kleib terhadap isu Palestina berbuah penghargaan tertinggi. Pada 28 Juni 2019, Presiden Palestina Mahmoud Abbas—yang diwakili oleh Menteri Riyad Mansour—menyematkan bintang tanda jasa kehormatan kepada Hasan Kleib dalam sebuah upacara khusus di Gedung PBB, Jenewa.

Penghargaan internasional ini dihadiri oleh para Duta Besar negara-negara Arab, perwakilan ASEAN, negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta Asisten Sekjen OKI. Pihak Palestina menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan dan rasa terima kasih yang tulus atas solidaritas teguh Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan mereka.

"Penghargaan ini merupakan sebuah kehormatan yang luar biasa karena datang langsung dari kepemimpinan sebuah bangsa yang sedang berjuang demi kemerdekaannya. Namun, bintang tanda jasa ini sejatinya bukan sekadar untuk pribadi saya, melainkan wujud pengakuan dunia atas kontribusi nyata dari pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia bagi perjuangan luhur rakyat Palestina," ujar Hasan Kleib usai prosesi penyematan.

Melalui kepiawaiannya di meja perundingan Jenewa, Hasan Kleib telah membuktikan diri sebagai salah satu putra terbaik bangsa yang sukses menjaga martabat diplomasi Indonesia, sekaligus menjadi jembatan perdamaian di panggung dunia. (*)