Daftar Sepatu yang Terlalu Kencang Sampai Dilarang di Ajang Lari
Bukan cuma atletnya yang bisa kena cek, ternyata sepatu lari juga punya “paspor” kelayakan tersendiri di mata World Athletics.
Banyak brand menciptakan “Super Trainers” dengan teknologi maksimal : sol super tebal di atas 40mm atau pelat karbon ganda untuk kenyamanan dan pantulan ekstra. Tapi di balik kenyamanan itu, sepatu-sepatu ini dicap “ilegal” untuk dipakai berkompetisi mengejar podium atau catatan waktu resmi di ajang lari atau race internasional.
Buat tahu daftar sepatu populer apa saja yang masuk daftar hitam kompetisi, ini daftarnya :
1. Adidas Adizero Prime X3 Strung
Ya, sepatu Adidas Adizero Prime X3 Strung dilarang atau tidak legal untuk digunakan dalam perlombaan lari resmi (elite race) yang diatur oleh World Athletics.
Sepatu ini melanggar aturan kompetisi karena ketebalan sol berlebih. Tinggi sol (stack height) sepatu ini mencapai 50 mm, melebihi batas maksimum yang dizinkan World Athletics yaitu 40 mm.
Sepatu ini menggunakan pelat karbon ganda, sementara aturan kompetisi hanya mengizinkan satu pelat kaku. Namun, sepatu ini sangat legal dan aman digunakan untuk latihan sehari-hart (daily training) bagi pelari hobi atau mereka yang tidak mengejar podium resmi.
2. Asics - Superblast
ASICS Superblast 2 bisa dilarang (banned) jika digunakan untuk kompetisi lari resmi tertentu. Aturan ini berlaku karena sepatu tersebut memiliki tinggi sol (stack height) sekitar 45,5 mm di bagian tumit, yang melebihi batas maksimal 40 mm yang ditetapkan oleh badan atletik dunia (World Athletics) dan event seperti seri balap Ironman.
Alasan Dilarang : Sol yang terlalu tebal memberikan keuntungan mekanis berlebih, sehingga sepatu ini diklasifikasikan sebagai ilegal untuk balapan/lomba resmi.
Kompetisi yang Menerapkan Larangan : Regulasi ini sangat ketat pada ajang seperti Triathlon Ironman dan kompetisi yang berada di bawah naungan World Athletics (termasuk lari maraton elite).
Penggunaan Sehari-hari : Sepatu ini tidak dilarang untuk latihan rutin harian, tempo run, atau jika Anda mengikuti acara lari fun run/maraton sekadar untuk bersenang-senang (non-elitel tanpa mengincar podium atau pencatatan rekor resmi.
3. Hoka - Skyward X
Hoka Skyward X dilarang untuk digunakan dalam perlombaan lari resmi oleh badan atletik dunia (World Athletics) dan ajang seperti Ironman.
Penyebab Utama : Sepatu ini dilarang karena memiliki ketebalan sol (stack height) yang melebihi batas maksimal 40 mm yang ditetapkan oleh World Athletics.
Aturan Kompetisi : Peraturan ini berlaku untuk ajang lari jalan raya resmi dan telah diadopsi oleh berbagai seri olahraga ketahanan seperti Ironman.
Alternatif Penggunaan : Walaupun tidak legal untuk kompetisi resmi, sepatu ini sangat populer dan tetap aman digunakan untuk latihan harian, lari jarak jauh, atau ajang santal seperti parkrun.
4. New Balance FuelCeli SuperComp (SC) Trainer
Ya, seri pertama New Balance FuelCell SuperComp (SC) Trainer dilarang (banned) untuk digunakan dalam perlombaan lari resmi.
Alasan utama: Sol bagian tengah (stack height) sepatu ini setebal 47 mm, jauh melebihi batas maksimal 40 mm yang diizinkan oleh aturan World Athletics dan event triathlon besar seperti Ironman.
Fungsi sepatu: Karena tebal dan memberikan pantulan berlebih (energy return), seri pertamanya lebih difokuskan untuk sepatu latihan lari harian (daily trainer) dan bukan untuk kompetisi.
Versi terbaru : Seri lanjutan seperti SC Trainer v2 atau SC Elite sudah menyesuaikan desain dengan batas regulasi kompetisi, namun perdebatan mengenai seri spesifik masih sering terjadi di kalangan komunitas atlet.
Mengapa dilarang?
World Athletics melarang beberapa sepatu lari untuk menjaga keadilan dan integritas kompetisi. Sepatu tertentu dilarang karena teknologi sol yang terlalu tebal atau penggunaan pelat ganda memberikan keuntungan mekanis berlebihan, seperti pantulan energi berlebih (trampoline effect) yang mengaburkan batas antara keunggulan fisik atlet dan inovasi teknologi.
Berikut adalah alasan utama dan aturan spesifik yang ditetapkan oleh World Athletics :
Keuntungan yang Tidak Adil
Teknologi "sepatu super" yang canggih mampu 3 meningkatkan efisiensi energi pelari hingga 4%. Hal ini menciptakan persaingar yang tidak setara (level playing field) bagi atlet yang tidak memiliki akses ke teknologi tersebut.
Aturan Ketebalan Sol (Stack Height)
World Athletics melarang sepatu lari dengan ketebalan sol tengah (midsole) lebih dari 40 mm. Sol yang terlalu tebal memberikan efek pegas yang berlebihan.
Pembatasan Pelat Kaku
Sepatu yang memiliki lebih dari satu pelat serat karbon atau bilah kaku (terlepas dari bahannya) di dalam solnya dilarang. Pelat ini bertindak sebagai tuas yang membantu mendorong kaki ke depan dengan sedikit usaha.
Ketersediaan Pasar
Agar-legal untuk kompetisi elit (termasuk Olimpiade sepatu tersebut harus tersedia secara komersial dan dapat dibeli oleh publik setidaknya selama 45 hart sebelurn digunakan dalam perlombaan. (*)
Editor : S. Anwar