Asal Usul Trah Kolopaking di Kebumen
Nama Kolopaking ternyata bukan sekadar nama keluarga biasa. Di balik trah ini tersimpan kisah tentang Kerajaan Mataram, perjuangan melawan Belanda, hingga melahirkan tokoh-tokoh penting di Indonesia.
Dari Mana Nama Kolopaking Berasal?
Konon, nama Kolopaking berawal dari kisah Amangkurat I yang melarikan diri saat Pemberontakan Trunojoyo. la ditolong oleh Kiai Bagus Kertawangsa, yang memberinya kelapa aking (kelapa kering) hingga kesehatannya pulih.
Sebagai tanda terima kasih, Kertawangsa diberi gelar Tumenggung Kelapa Aking, yang lama-kelamaan berubah pelafalannya menjadi Kolopaking.
Trah Bangsawan Kebumen
Keturunan Kiai Bagus Kertawangsa kemudian dikenal sebagai Trah Kolopaking. Selama sekitar 156 tahun, keluarga ini memimpin Kebumen sebagai bupati atau adipati dan memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan daerah.
Berjuang Melawan Penjajah
Trah Kolopaking juga dikenal berani melawan penjajahan Belanda. Salah satunya Tumenggung Kolopaking IV, yang mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa. Setelah perang berakhir, keluarga Kolopaking kehilangan kekuasaan karena disingkirkan oleh pemerintah kolonial.
Tokoh Nasional dari Trah Kolopaking
Salah satu keturunan yang terkenal adalah Soemitro Kolopaking. la pernah belajar di Belanda, menjadi salah satu pendiri Perhimpunan Indonesia, hingga dikenal sebagai sosok yang aktif memperjuangkan kemajuan bangsa.
Makam Bersejarah Kolopaking
Hingga kini, makam keluarga Kolopaking masih bisa ditemukan di Desa Kalijirek, Kebumen. Kompleks makam ini menjadi tempat peristirahatan para Tumenggung Kolopaking dan tetap terawat dengan baik oleh kuncen setempat. (*)
Editor : Bambang Harianto