Rosan Roeslani Spesialis Penyelamat Perusahaan Bangkrut
Di dunia bisnis Indonesia, nama Rosan Perkasa Roeslani dikenal bukan sekadar sebagai pengusaha biasa. Ia adalah seorang "maestro" di bidang restrukturisasi finansial—pria bertangan dingin yang punya keahlian khusus menyulap perusahaan yang hampir karam menjadi sehat walafiat dan bernilai tinggi kembali.
Kini, ketajaman insting bisnisnya membawa Rosan ke puncak kepercayaan baru dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Beliau resmi ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, superholding raksasa yang mengonsolidasikan dana investasi besar negara, sekaligus merangkap jabatan sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.
Namun, tahukah Anda jika karier spektakuler pria kelahiran 31 Desember 1968 ini dimulai dari sebuah ruang kantor kecil yang sederhana?
Modal Kantor 70 Meter Persegi Bareng Sandiaga Uno
Setamatnya meraih gelar Master Hukum Bisnis di Belgia pada tahun 1995, Rosan pulang ke Indonesia tepat saat badai Krisis Moneter 1997-1998 mulai mengintai Asia Tenggara.
Melihat banyak perusahaan limbung akibat krisis, Rosan justru menangkap peluang emas. Bersama sahabat karibnya, Sandiaga Uno, ia mendirikan perusahaan penasihat keuangan kecil bernama Finance Indonesia. Kantor pertamanya sangat bersahaja, hanya seluas 70 meter persegi di Gedung Tifa, Jakarta.
Siapa sangka, dari ruangan kecil itulah pondasi gurita bisnisnya mulai dibangun.
Tangan Dingin Penyelamat Korporasi Raksasa
Memasuki tahun 2002, perusahaan tersebut berganti nama menjadi Recapital Advisors. Di bawah komando Rosan, Recapital menjelma menjadi private equity paling disegani karena keahliannya mengambil alih perusahaan yang terancam bangkrut, merestrukturisasi manajemennya, hingga memenuhi standar tata kelola yang baik (Good Corporate Governance).
Tangan dingin Rosan Roeslani terbukti sukses melahirkan transaksi-transaksi raksasa lintas sektor yang melegenda di dunia korporasi tanah air:
Sektor Finansial : Menyelamatkan Bank Eksekutif dari dampak krisis global 2008 hingga bertransformasi menjadi Bank Pundi (kini Bank Banten). Ia juga sempat membesarkan aset Bank BTPN hingga tembus Rp8 triliun.
Sektor Konsumer : Mengambil alih produsen tepung Sriboga Raturaya dan mengamankan kepemilikan mayoritas waralaba Pizza Hut Indonesia.
Sektor Energi & Infrastruktur: Membidani akuisisi raksasa PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan Berau Coal, hingga menguasai pengelolaan air bersih Jakarta melalui Acuatico.
Kepiawaiannya mengelola bisnis lintas sektoral ini bahkan sempat mengantarkan Rosan masuk ke dalam daftar Orang Terkaya di Indonesia versi Forbes pada tahun 2021.
Dobrakan Global: Dari Inter Milan hingga Sejajar Pangeran Arab
Reputasi Rosan Roeslani tidak hanya diakui di dalam negeri, tapi juga di panggung internasional. Ia merupakan satu dari sedikit pengusaha Indonesia yang mencetak sejarah dengan mengakuisisi klub sepak bola legendaris Italia, Inter Milan, pada tahun 2013.
Gebrakan global lainnya terjadi pada tahun 2012, saat Rosan memenangkan lisensi ketat dari Bloomberg LP untuk mendirikan Bloomberg TV Indonesia. Hebatnya, Rosan berhasil melobi raksasa media AS tersebut agar mengizinkan siaran menggunakan Bahasa Indonesia—sebuah sejarah baru karena sejak 1981 Bloomberg hanya mengizinkan bahasa Inggris. Prestasi luar biasa ini membuat reputasi internasional Rosan disejajarkan dengan Pangeran Al-Walid dari Kerajaan Arab Saudi yang memegang lisensi serupa di Timur Tengah.
Mengemban Amanah Superholding Danantara
Dengan segudang pengalaman membenahi aset-aset kritis, tidak heran jika Presiden Prabowo Subianto mempercayakan kursi nomor satu BPI Danantara kepada Rosan Roeslani. Di lembaga superholding ini, Rosan memimpin orkestrasi investasi strategis nasional demi mendorong hilirisasi ekonomi dan kemandirian bangsa.
Sebelumnya, Rosan Roeslani juga telah matang di berbagai penugasan publik, mulai dari Ketua Umum KADIN Indonesia, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, hingga Wakil Menteri BUMN. Atas jasa diplomasi ekonominya, ia bahkan dianugerahi bintang kehormatan Commander in the Order of Leopold of Belgium dari Pemerintah Belgia.
Dari ruang kantor kecil berukuran 70 meter persegi hingga kini mengelola dana investasi raksasa milik negara, kisah Rosan Roeslani membuktikan bahwa ketekunan, ketajaman visi, dan keberanian mengambil risiko di tengah krisis bisa membawa seseorang melangkah sangat jauh demi pengabdian bangsa. (*)
Editor : S. Anwar